Banjir Terjang Sejumlah Desa di Madina

Banjir Terjang Sejumlah Desa di Madina
Banjir di Desa Pagaran Tonga. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Mandailing Natal - Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis (29/10/2026) sore hingga malam hari. Akibatnya, permukiman warga terendam, tanggul sungai jebol, bahkan ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, wilayah yang terdampak banjir meliputi Desa Sopobatu, Gunung Tua Julu, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Tonga, Lumban Pasir, Manyabar, Manyabar Jae, Pagaran Tonga, Gunung Saba Jambu, dan Gunung Manaon.

Banjir terjadi akibat meningkatnya debit sejumlah aliran sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu. Luapan air diperparah material kayu gelondongan yang menyumbat aliran sungai serta jebolnya tanggul penahan air.

Di Desa Manyabar dan Manyabar Jae, tumpukan kayu berukuran besar sempat menyumbat bagian bawah Jembatan Aek Kitang. Masyarakat bersama personel BPBD melakukan gotong royong membersihkan material tersebut hingga Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah sumbatan berhasil dibuka, aliran air kembali lancar dan genangan berangsur surut.

Namun, kondisi masih memerlukan perhatian di Desa Pagaran Tonga dan Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan. Kedua desa tersebut masih mengalami genangan akibat jebolnya tanggul Sungai Ranto Puran.

Dampak cukup besar terjadi di Desa Gunung Manaon. BPBD memperkirakan sekitar 90 persen dari total 287 KK di desa tersebut terpaksa mengungsi. Sementara di Pagaran Tonga, sekitar 50 persen dari 200 KK juga meninggalkan rumah untuk sementara waktu.

Warga memilih mengungsi ke rumah keluarga maupun tetangga yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman dari genangan banjir.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Manyabar dan Gunung Manaon, Jumat (30/10/2026).

Saipullah menjelaskan, terdapat dua persoalan utama yang menyebabkan banjir meluas ke permukiman warga. Pertama, material kayu kiriman air bah menyumbat bagian bawah jembatan sehingga aliran air terhambat. Kedua, tanggul sungai mengalami kerusakan akibat tidak mampu menahan derasnya arus.

"Ada dua persoalan utama, pertama kayu kiriman air bah menutup kolong jembatan sehingga air meluap ke kiri dan kanan. Kedua, tanggul sungai jebol sehingga aliran air menerobos langsung masuk ke perkampungan warga," ungkap Saipullah saat berada di lokasi banjir.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Madina mengerahkan dua unit alat berat jenis ekskavator guna memperbaiki tanggul yang jebol. Perbaikan dilakukan melalui pemasangan bronjong sebagai penahan arus air agar luapan tidak kembali memasuki permukiman.

Selain itu, tim gabungan BPBD melakukan pemotongan dan evakuasi kayu gelondongan yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan menggunakan gergaji mesin atau chainsaw.

Pemerintah daerah juga mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan endapan lumpur yang menutupi fasilitas umum dan tempat ibadah agar dapat kembali digunakan masyarakat.

Tidak hanya penanganan infrastruktur, Pemkab Madina turut mendirikan posko di Desa Gunung Manaon dan Pagaran Tonga. Posko tersebut dilengkapi pelayanan kesehatan serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan bencana.

Dapur umum lapangan disiapkan guna menyediakan makanan bagi warga yang aktivitas memasaknya terganggu akibat rumah dan dapur mereka terendam banjir maupun lumpur.

Sementara itu, Kepala BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menyebutkan peningkatan debit air juga terjadi di sejumlah sungai lainnya, seperti Sungai Aek Mata, Batang Gadis, dan Batang Natal akibat tingginya curah hujan.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan saat ini, luapan yang sampai memasuki permukiman warga terjadi di kawasan Sungai Ranto Puran.

Ia juga menilai persoalan pendangkalan sungai perlu mendapat perhatian melalui upaya normalisasi untuk mengurangi risiko luapan air ketika musim hujan.

Di tengah proses penanganan, Bupati Saipullah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Terlebih, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diantisipasi di sejumlah wilayah Madina. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi