BPN Madina Gandeng PT SMGP Tingkatkan Ekonomi 100 Petani (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Mandailing Natal - Kantor Pertanahan/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggandeng PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) untuk meningkatkan kemampuan petani melalui pelatihan penggunaan inovasi teknologi tepat guna di bidang pertanian.
Sebanyak 100 orang kelompok tani mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi Penataan Pertanahan BPN Madina, Umriyah, yang mewakili Kepala Kantor Pertanahan Madina. Sementara narasumber berasal dari PT SMGP, yakni Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Ngalim, serta Muhammad Nurdin Aswardi selaku penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Madina.
Umriyah menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari program Reforma Agraria fase pertama yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Pada fase pertama, BPN melakukan penataan, inventarisasi penguasaan dan kepemilikan tanah masyarakat, sekaligus membantu memberikan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki warga.
"Fase pertama sudah kita laksanakan, yaitu membantu masyarakat melakukan penataan, inventarisir serta memberikan kepastian hukum terhadap tanah mereka. Nah ini lanjutannya, yaitu pendampingan usaha subyek reforma agraria," jelas Umriyah, dalam siaran persnya yang diterima Senin (2/11/2026).
Menurutnya, reforma agraria tidak hanya berhenti pada penataan dan kepastian hukum atas tanah. Namun, program tersebut juga harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.
Karena itu, BPN Madina menggandeng PT SMGP yang dinilai memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Berhubung PT SMGP ini kita anggap concern membantu perekonomian masyarakat di bidang pertanian dan UMKM, maka kita bekerja sama memberikan dukungan untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian melalui kegiatan pelatihan dan bantuan lainnya," katanya.
Umriyah juga menyampaikan apresiasi kepada PT SMGP yang telah bersedia berkolaborasi dalam mendukung keberlanjutan program Reforma Agraria di Kabupaten Madina.
"Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada PT SMGP karena bersedia membantu program ini dengan harapan kita dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Pemberdayaan Masyarakat PT SMGP, Ngalim, mengatakan pelatihan tersebut difokuskan pada penerapan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Menurutnya, mayoritas peserta merupakan petani yang mengembangkan usaha tanaman padi. Karena itu, materi pelatihan diarahkan pada teknik pemilihan benih, pembuatan hormon alami, hingga pengujian kandungan nutrisi pupuk.
"Peserta dalam pelatihan ini mayoritas usahanya adalah tanaman padi. Kita menjelaskan cara seleksi benih padi dengan metode garam dan telur dan pembuatan hormon alami dari rebung bambu untuk tanaman padi. Sementara penggunaan teknologi yaitu uji nutrisi pupuk kimia dan pupuk organik dengan menggunakan alat indikator lampu listrik," jelas Ngalim.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman padi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami, meskipun memiliki keterbatasan luas lahan.
Selain itu, petani diharapkan mampu memahami perbedaan pupuk kimia dan pupuk organik serta memanfaatkan bahan-bahan alami yang selama ini berpotensi terbuang atau dibakar menjadi sumber nutrisi bagi tanaman.
Untuk mempermudah pemahaman peserta, kegiatan pelatihan menggunakan metode sekolah lapangan. Dengan metode tersebut, petani tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga diajak melakukan praktik secara langsung.
"Metode pelatihan diberikan dengan model sekolah lapangan yaitu peserta diajak langsung praktek agar mudah memahami materi yang diberikan," tutup Ngalim. (RES) (WITA)











