Ana-anak sekolahSMP Negeri 1 Sipolha membaca buku yang disumbangka Chandra Kumala School (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sipolha - Jalan menuju SD Negeri 095135 Sipolha bukanlah perjalanan yang mudah. Kondisi jalan yang cukup sulit membuat buku-buku yang akan disumbangkan harus dipindahkan dari tangan ke tangan. Para siswa membawanya secara berestafet hingga tiba di sekolah yang berada di pinggiran Danau Toba tersebut.
Di balik perjalanan penuh tantangan itu, tersimpan harapan sederhana, yakni agar semakin banyak anak memiliki kesempatan mengenal dunia melalui buku.
Pada 3 November 2026, Chandra Kumala School (CKS) menyumbangkan 1.000 buku kepada dua sekolah di Desa Sipolha, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sebanyak 500 buku diserahkan kepada SD Negeri 095135 Sipolha dan 500 buku lainnya kepada SMP Negeri 1 Sipolha.
Selain buku, CKS juga menyumbangkan rak untuk SD Negeri 095135 Sipolha agar koleksi bacaan tersebut dapat ditata dengan baik dan dimanfaatkan para siswa.
Sehari sebelum penyerahan donasi, siswa CKS bersama siswa dari kedua sekolah penerima terlebih dahulu bekerja sama menghitung dan menyusun buku-buku ke dalam rak yang telah disiapkan.
Kegiatan ini bukan sekadar proses penataan koleksi bacaan. Lebih dari itu, tercipta semangat kebersamaan dan kepedulian ketika anak-anak dari sekolah berbeda saling membantu menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi teman-teman mereka.
Lebih dari Sekadar Membaca
Stroy telling yang digelar di penyerahan buku ke anak-anak Sipolha
Dalam sambutannya, Kepala Yayasan Pendidikan Cemara Asri, Ms. Mala Holland, menyampaikan bahwa buku memiliki peran penting dalam membangun dunia batin seorang anak.
Di tengah kehidupan yang semakin dekat dengan gawai dan teknologi, membaca memberikan ruang bagi anak untuk berhenti sejenak, menikmati cerita, sekaligus membiarkan imajinasi mereka berkembang.
“Di tengah maraknya gawai, buku menawarkan sesuatu yang tak tergantikan: keheningan, kedalaman, dan kedamaian. Buku membangun dunia batin seorang anak,” ungkap Ms. Mala dalam pidatonya.
Ia juga membagikan kenangan masa kecil tentang kedua orang tuanya yang memiliki keterbatasan literasi dan harus berhenti sekolah demi bertahan hidup. Meski demikian, orang tuanya selalu meyakini pentingnya membaca. Dengan anggaran terbatas, mereka tetap berusaha membelikannya buku setiap hari Minggu.
Dari pengalaman tersebut, ia belajar menjelajahi dunia melalui cerita, memahami orang lain, dan membangun impian.
Pesan tentang pentingnya membaca kemudian diwujudkan melalui kegiatan mendongeng interaktif yang dibawakan pustakawan CKS. Para siswa diajak menyimak cerita, menjawab pertanyaan, serta berbagi pemikiran. Hadiah diberikan kepada siswa yang berpartisipasi dan berhasil menjawab pertanyaan.
Antusiasme siswa berlanjut setelah kegiatan tersebut. Mereka mulai mengunjungi perpustakaan untuk membaca sekaligus meminjam buku.
Satu Buku, Satu Kesempatan Baru
Foto bersama.
Program donasi buku ini merupakan bagian dari komitmen sosial CKS untuk memperluas akses bacaan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Sebelumnya, CKS telah menyumbangkan 1.000 buku kepada Yayasan Perguruan Budi Agung di Medan pada Desember 2025 dan 1.000 buku kepada SD Swasta Smart School di Pancur Batu pada Agustus 2026.
Melalui program tersebut, CKS menargetkan dapat mendukung 20 perpustakaan di berbagai sekolah.
CKS menyadari bahwa tidak semua anak memiliki akses yang sama terhadap buku dan fasilitas pendidikan. Karena itu, donasi ini diharapkan tidak hanya menambah koleksi perpustakaan, tetapi juga membantu meningkatkan literasi siswa, menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, serta membuka kesempatan bagi mereka untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Dalam pidatonya, Ms. Mala menyampaikan sebuah harapan sederhana yang memiliki makna mendalam.
“Jika perpustakaan ini mampu membuat satu anak saja jatuh cinta pada cerita dan percaya bahwa ia bisa mengatasi tantangan hidupnya, maka misi kami telah berhasil.”
Seribu buku yang kini hadir di Sipolha diharapkan menjadi awal dari banyak perjalanan baru bagi anak-anak di sana. Sebab, sebuah buku mungkin hanya terdiri atas lembaran-lembaran kertas, tetapi bagi seorang anak, buku dapat menjadi jendela menuju dunia yang jauh lebih luas.
(REL/WITA)