Banda Aceh, (Analisa). Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengungkapkan, Seumapa merupakan tradisi lama masyarakat Aceh yang kini nyaris punah. Tradisi ini dilakukan saat penyambutan lintoe baroe (pengantin baru) yang akan memasuki rumah dara baroe (pengantin perempuan).
Tradisi budaya Seumapa atau yang dikenal sebagai tradisi berbalas pantun ini ternyata tidak lagi diketahui apalagi dipraktikkan oleh mayoritas generasi muda Aceh. Seumapa justru digantikan oleh musik-musik modern yang jauh dari norma-norma syariat.
“Budaya Seumapa sangat menarik karena bernilai edukasi,” tegas walikota dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan, Drs Tarmizi Yahya MM, saat membuka pelatihan Seumapa yang diselenggarakan Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh di Aula Gedung C Balaikota, Selasa (4/11).
Lebih lanjut disampaikannya, budaya berbalas pantun bertujuan memberikan nasehat-nasehat pernikahan bagi pengantin sebelum naik ke pelaminan. Namun, regenerasi adat dan budaya Aceh ternyata tidak berjalan mulus, sehingga generasi muda lupa terhadap budaya tradisional seperti ini.
Budaya ini justru lebih banyak dilakukan oleh generasi tua atau kalangan tertentu saja. Akibat kurangnya pendidikan dan ajaran dari generasi tualah, budaya seumapa terlupakan. Padahal, jika keunikan budaya ini tetap dijaga, Aceh akan memiliki kekhasannya.
Karenanya, walikota memberi apresiasi kepada MAA Kota Banda Aceh yang menyelenggarakan pelatihan ini yang dinilai sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan adat-istiadat Aceh dan sebagai proses pewarisan dan meneruskan nilai-nilai budaya Aceh kepada generasi selanjutnya.
Ketua MAA Kota Banda Aceh, Sanusi Husein SSos, mengatakan, pelatihan ini bertujuan menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat Aceh, khususnya Banda Aceh. Dengan telah membudayanya kembali seumapa di gampong, akan menambah syiar pelaksanaan siariat Islam di Banda Aceh.
Dikatakannya, jika ditinjau dari adat-istiadat, seumapa merupakan bagian dari kehidupan budaya yang ada pada masyarakat Aceh. Karena itu, MAA Banda Aceh pada 2014 ingin mengembangkan kembali kegiatan seumapa melalui ajang pembinaan.
“Kita harapkan pada masa akan datang seumapa akan kembali hidup dan berkembang di gampong yang ada di Banda Aceh,” ujarnya. (irn)











