Jakarta, (Analisa). Untuk memperlancar transportasi dari Kota Medan menuju Bandara Kualanmu (Deliserdang) Pemerintah akan membangun jalur kereta api layang (elevated) dari Stasiun Besar Medan sampai Stasiun Bandar Khalipah.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Kamis mengungkapkan, pembangunan jalur kereta melayang dari Stasiun Besar Medan sampai Stasiun Bandar Khalipah, Deliserdang sepanjang 30 KM tersebut direncanakan dimulai tahun depan. “Ini merupakan program pemerintah untuk mengurangi kemacetan di jalan darat,” ujar Hermanto.
Selain Medan, empat kota besar lain yang akan dibangun jalur kereta melayang yaitu, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang.
Rencana pembangunan jalur kereta melayang tersebut kata Hermanto sudah lama, bahkan untuk di Jakarta, seharusnya sudah dilakukan pengerjaannya. Namun karena masalah payung hukum yaitu Peraturan Presiden (Perpres) No. 83 tahun 2011 yang memberi kewenangan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membangun jalur kereta melayang yang diperkirakan menelan dana sebesar Rp 700 miliar. “ Perpres tersebut harus direvisi, karena yang membangun adalah pemerintah menggunakan dana APBN,” papar Hermanto.
Revisi tersebut, lanjut Hermanto, sudah disampaikan dan saat ini sudah berada di Sekretariat Kabinet (Sekab). Ia berharap tahun depan, pembangunan jalir rel melayang di Jakarta sudah bisa dilakukan.
Untuk kota Bandung, jalur kereta melayang melalui. Cimahi-Bandung-Kiara Condong. “ Jalur ini terdapat banyak perlintasan sebidang, sehingga perlu dibuat jalur kereta melayang agar kendaraan lebih lancar,” tambah Hermanto.
Pembangunan jalur kereta melayang di Bandung, menggunakan skema pembiayaan dari Pemerintah Prancis.
Untuk jalur kereta melayang di Surabaya, saat sedang dilakukan pengkajian.” Saat ini sedang tahap pengkajian,” tutur Hermanto.
Satu lagi, tambah Hermanto, kota yang akan dibangun jalur kereta melayang adalag Semarang untuk mengatasi banjir. “Ini sedang kita programkan. Jalur kereta melayang tersebut dari Stasiun Poncol sampai Alas Tuwo,” pungkas Hermanto. (try)











