Difasilitasi Rotary Club Medan Deli

Andy Berhasil Transplantasi Ginjal

Medan, (Analisa). Andy Sinaga (28) warga Jalan Pukat Banting 2, Perumnas Mandala, Medan berhasil menjalani operasi transplantasi ginjal di Rumah Sakit Apollo Bangalore, India.

Pemuda bernama Tionghoa, Lim Ming You ini, mendapatkan satu ginjal dari dari ayahnya, Chandra Gunawan (48). Pascaoperasi, kondisinya terlihat sehat dan tidak perlu lagi cuci darah. Padahal sebelumnya, dia harus cuci darah dua kali seminggu.

“Proses operasinya sekitar 4 jam.  Kemudian saya dirawat di ruang ICU beberapa hari. Setelah itu, dirawat di ruangan. Hasilnya, sangat bagus. Saya tidak perlu lagi cuci darah,” ucap Andy sesaat sebelum pertemuan kerjasama antara Rotary Club Medan Deli dengan manajemen RS Apollo, Bangalore, India di Restoran Ria, Medan, Kamis (7/8) malam.

Andy dan ayahnya berangkat ke India untuk menjalani transplantasi atas fasilitas Rotary Club Medan Deli dan dibantu Perkumpulan Sinar Buddha Indonesia (BLIA), Lions Club (Rudy Ang), Hope team, Medan Charity Group dan Be Happy Group.

Mereka berangkat 23 April 2014. “Operasi sendiri dilakukan tanggal 7 Mei 2014. Selama 10 hari perawatan, ayah saya pulang duluan. Saya baru pulang ke Medan tanggal 20 Juni lalu ,” cerita Andy.

Walau sudah operasi, Andy tetap harus mengonsumsi obat seumur hidup. Sementara ini, dia mendapat pasokan obat dari RS Apollo. “Saya dikirim untuk stok obat selama 6 bulan. Informasinya, obat tersebut lebih murah dibAndyng tempat kita.  Untuk sebulan, biaya obat Rp5 juta.  Kalau di tempat kita paling tidak Rp8 juta,” tambah Andy.

Begitupun, Andy mengaku sangat bersyukur. Dia mengucapkan terimakasih kepada Rotary Club Medan Deli dan lembaga sosial lainnya serta para donatur yang telah membantu.

Ceria

Dia terlihat lebih ceria. Sangat berbeda ketika dia berangkat dulu. Dia juga lebih banyak tersenyum dan penuh semangat. “Saya akan kembali bekerja untuk menghadapi masa depan,” ucapnya.

Dia mengaku sudah menderita gagal ginjal selama 8 bulan. Awalnya dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Ketika diperiksa, ternyata Andy yang masih lajang itu didiagnosa gagal ginjal. Dia diharuskan untuk cuci darah.

Awalnya Andy tidak menerima diagnosa dokter tersebut. Dia mencoba berobat ke berbagai tempat. Bahkan, dia juga sempat ke rumah sakit di negeri jiran.

Hasilnya tetap sama. Dia akhirnya menyerah. Apalagi kondisi keuangan sudah banyak habis. Akhirnya dia mengikuti saran dokter untuk cuci darah.

“Bulan Agustus 2013 saya sakit. Baru bulan Januari 2014, saya rutin cuci darah. Saya cuci darah dua kali seminggu. Sempat 40 kali cuci darah,” ungkapnya.

Sarankan

Penderitaan anak bungsu dari dua bersaudara ini diketahui beberapa rekan keluarganya. Keluarga disarankan menemui Kentjana Salim alias Bie Bie di Rotary Club Medan Deli.

“Teman saya mengatakan, kalau sudah tidak mampu lagi, jumpai saja Pak Bie Bie. Saya cari sampai ketemu di kantor ini.

Saya sampaikan segala kesusahan keluarga kami,” tambah bibi Andy ketika sebelum berangkat.

Bie Bie memberikan opsi untuk transplantasi ginjal. Tentunya, harus ada keluarga yang mau donor. Ayah Andy menerima. Mereka diperiksa di rumah sakit di Kuala Lumpur untuk mengecek kecocokan kedua pihak. “Hasilnya cocok. Tubuh Andy bisa menerima donor ginjal dari ayahnya,” jelasnya.

Manejer Hubungan Internasional RS Apollo, Syed Sarfraz Quadri, yang hadir malam itu mengaku, bahagia atas keberhasilan transplantasi ginjal Andy. “Saat datang, kondisinya sangat lemah. Masalahnya cukup komplek ketika itu,” ucapnya.

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Brilian Moktar juga merasa terharu. Dia mengaku bahagia atas keberhasilan Andy. “Kita ucapkan terimakasih kepada RS Apollo yang sudah berhasil melakukan operasi,” ucap Brilian.

Seharusnya

Menurutnya, sudah seharusnya Sumut meningkatkan sumber daya dan fasilitas kesehatan. Dengan begitu, pasien tidak perlu ke luar negeri. “Proses untuk transplantasi Andy ini di India dengan biaya murah dan tuntas,” ucapnya.

Sebenarnya, sebut politisi PDIP Sumut ini, dia dan Kadis Kesehatan Sumut masa Candra Syafei sudah mengusulkan pembangunan rumah sakit khusus jantung dan ginjal. “Karena kita tahu ke depan, dua masalah ini akan banyak kasusnya. Kita harus siap mengantisipasinya. Saya juga akan pertanyakan lagi usulan tersebut,” ucap politisi yang terpilih lagi menjadi legislator ini.

Presiden Rotary Club Medan Deli, Henrik didampingi Past Presiden Kentjana Salim (Bie Bie), Alpian dan lainnya juga merasa bahagia. “Ini semua berkat dukungan semua dermawan.

Dalam waktu dekat ini, kita akan memberangkatkan 5 pasien penyakit jantung ke India,” ucapnya. (nai)

()

Baca Juga

Rekomendasi