Medan, (Analisa). Berbahagia Bersama Anak Yatim Piatu dalam Harmony Ramadan”. Paling tidak inilah tema yang menyiratkan rasa lega dan bahagia saat berbuka puasa bersama anak yatim piatu di Grand Serela Hotel Medan, Jumat (3/7).
Tak heran, tampak sebuah jalinan silaturahmi yang begitu erat antara manajemen, karyawan Serela dengan puluhan anak yatim yang mengenakan busana putih-putih.
Hadir di situ Direksi Santo Sumono, Ny Melina Halim , General Manager Tri Joko Susanto dan para karyawan.
Beberapa menit menjelang berbuka, seorang hafiz cilik tampil membacakan ayat-ayat suci Alquran surat Albaqarah ayat183-185 dengan fasih, merdu dan komunikatif. Kemudian dilanjutkan dengan sari tilawah oleh hafizah cilik.
Tak hanya itu, seorang dai cilik tampil memukau. Soalnya dalam menyampaikan tausiah agak lucu sehingga membuat para undangan merasa terhibur.
Seusai berbuka dan salat maghrib berjamaah, Direksi Serela Santo Sumuno dan Ny Melina Halim menyerahkan santunan serta bingkisan kepada 50 anak yatim piatu. Ini sebagai wujud apresiasi dari manajemen hotel.
Sebelumnya Tri Joko Susanto dalam sambutannya mengatakan berbuka bersama dilaksanakan seluruh properti Kagum Hotel di seluruh Indonesia sebagai induk manajemen dari Sirela Hotel & Convention Medan.
“Manajemen menetapkan kegiatan ini bertajuk “Berbuka puasa bersama 1000 anak yatim piatu dan duafa”. Acara semacam ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun untuk menjalin tali silaturahmi baik dengan manajemen hotel maupun warga sekitar”, katanya.
Tidak Ditolak
Ustaz Ahmad Supriadi, SAg dalam tausiahnya menyatakan doa para anak yatim tidak ditolak oleh Allah SWT. “Jika kita memberi bantuan dan mereka merasa berbahagia, Allah membuka pintu rezeki kepada kita”, ujarnya.
Pada bagian lain dia juga mengingatkan ada 4 golongan yang tidak diampuni dosa meski mereka beribadah. Yaitu berpuasa tidak berdasarkan iman dan ikhlas. Maksiat dilakukan terus, membohongi orang lain, belum memperoleh ampunan dari orangtua dan menyia-nyiakan salat 5 waktu. (bay)










