MEMILIKI gedung tertinggi di dunia merupakan mimpi setiap kota di dunia. Selain menjadi landmark (ikon), gedung tertinggi akan meningkatkan citra kota tersebut di mata dunia. Tahun 2013 merupakan tahun pemecahan rekor berdirinya pencakar langit di Asia. Dari total 73 gedung pencakar langit yang selesai dibangun di dunia, 53 terdapat di Asia.
Sejak tahun 2000 lalu hingga 2013 memang terlihat adanya peningkatan pembangunan gedung pencakar langit sebesar 318%. Negara di Asia dengan pencakar langit terbanyak yaitu Tiongkok, dengan 37 gedung dan total ketinggian mencapai 8.876 meter. Pencapaian itu membuat Asia memiliki 45% dari total 100 gedung pencakar langit di dunia.
Tak mau kalah dengan negara Asia lainnya, Vietnam kini tengah membangun gedung pencakar langit tertinggi bernama Vincom Landmark 81. Gedung yang diarsiteki oleh Atkins ini terletak di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Atkins menjadi arsitek utama dan bekerja sama dengan Arup untuk desain struktural. Kedua perusahaan desain asal Inggris itu berkolaborasi untuk menggarap proyek global tertinggi di Vietnam tersebut.
Dengan ketinggian yang diharapkan mencapai sekitar 460 meter, bangunan ini akan menjadi gedung tertinggi di Vietnam. Atkins selain menjadi arsitek struktural juga menjadi desainer untuk lansekap proyek ini.
Proyek Properti Terpadu
Lokasi pengembangan gedung bertingkat 81 ini terletak di Vinhomes Central Park, yakni salah satu lokasi yang paling utama di Kota Ho Chi Minh. Gedung ini menghadap Sungai Saigon yang indah dan nyaman. Proyek ini juga terhubung melalui jalan utama dan transportasi air.
Menampilkan desain arsitektur modern yang tidak biasa, desain proyek ini mencerminkan keragaman Vietnam, khususnya Kota Ho Chi Minh. Kelak, di proyek properti terpadu (mixed-use) ini akan berdiri sebuah hotel, serviced apartments, dan ruang ritel. Di proyek ini akan hadir pusat perbelanjaan kelas atas di dasar pencakar langit. "Tantangan kami adalah untuk menciptakan sebuah desain menara landmark yang unik dan dinamis untuk mendukung visi Vingroup untuk high-end dan pengembangan mixed-use.
Menara ini diintegrasikan ke dalam ranah publik yang membahas tantangan desain berkelanjutan di berbagai anta rmuka proyek,” papar Bertil de Kleynen, direktur Arsitektur dan Lansekap Atkins di Asia Pasifik. (wldars/cna/es)









