Istana Mysore Bangunan Termegah di India

Istana Mysore, yang ber­diri di kota My­sore, negara ba­gian Ka­rnataka, India me­rupakan salah satu bangunan ke­raja­an termegah di negeri itu. Bangunan ini memiliki tiga tingkat yang terdiri dari batu granit abu-abu halus dan kubah marmer merah muda yang mendalam.

Selain itu, bagian depan bangunan ini memiliki bebe­rapa lengkungan luas yang didukung oleh pilar tinggi.

Pada bagian dalam istana terdapat interior mewah yang dihiasi kaca patri, cermin, ukiran pintu kayu, lantai mo­saik, dan taman luas serta kuil sebanyak 18. 

Dilansir laman Amusing Planet, istana ini dapat me­narik lebih dari enam juta wisatawan setiap tahunnya. Istana terlihat sangat ge­merlap, hal ini karena dite­rangi oleh hampir 100.000 lampu yang me­nyoroti profil megah istana ketika malam hari.

Bangunan asli Mysore Palace dibangun pada abad ke-14, tapi itu dihancurkan dan dibangun kembali bebe­rapa kali.

Keluarga kerajaan menu­gaskan arsitek Inggris Lord Henry Irwin untuk memba­ngun istana yang baru, yang merupakan bangunan saat ini. Dan proses pemba­ngunan istana selesai pada tahun 1912.

Pengunjung dapat melihat koleksi denda patung, lukisan dan artefak ter­masuk senjata sekitar 700.

Senjata Maharaja tersebut terdiri dari tombak, pedang pendek, pistol, dan senjata abad ke-14 lainnya. Ornamen yang ter­kenal lainnya adalah gajah howdah yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan 84 kilogram emas.

Selama festival Mysore Dasara pada bulan September dan Oktober, bagian bawah istana menjadi pusat kegiatan. Sebuah panggung didirikan di lantai bawah untuk ber­bagai kegiatan seperti buda­ya, lagu, dan tarian.

Festival ini mulai diraya­kan oleh Wodeyars sejak ta­hun 1799, dan sampai seka­rang masih terus dilanjutkan tradisi ini.

Namun lepas dari semua kemewahan itu, arsitektur is­tana itu bergaya campuran India, Persia dan bahkan ber­bau Eropa.

Benar saja,  Istana  Mysore itu ternyata memang telah mengalami beberapa kali pe­rombakan sejak pertama kali didirikan  pada abad ke 14 oleh Dynasty Wodeyar.

Renovasi terakhir dilaku­kan oleh Raja Krishna Wode­yar sekitar tahun 1912 akibat sebelumnya mengalami keba­karan yang hebat melanda salah satu hall-nya. 

Hampir semua tempat di Istana itu menarik. Namun beberapa ruangan yang luar biasa besar. Salah satunya adalah sebuah hall yang ber­nama Ambavilasa, adalah hall dimana raja biasanya melaku­kan audiensi. 

Di ruangan ini terdapat  mahligai Emas yang terkenal itu disemayamkan.

Lalu ada lagi ruangan yang bernama Kalyana Mantapa – dari ruangan besar inilah ko­non api mulai merambat saat kebakaran besar melanda istana itu.  Tepat saat terjadi pernikahan puteri raja.

Lalu ada lagi ruang besar terbuka yang disebut sebagai Durbar Hall, tempat dimana Raja biasanya menemui ma­syarakat.   Tempatnya agak tinggi.

Karena kerajaan ini umur­nya ratusan tahun, tentunya pemerintahannyapun silih berganti. Kerjaan Mysore  ini di­bangun oleh Raja Wo­de­yar pada ta­hun 1399.

Lalu pada ta­hun 1610 pusat ke­rajaan ini di­pin­­dahkan ke Sri­rangapatna.  Na­mun pada ta­hun 1610, Hy­der Ali me­ngam­bil alih Ke­rajaan ini dan berikutnya menyerahkan pada putranya yang bernama Tipu Sultan.

Tipu Sultan, seorang yang gagah me­nen­tang pen­jaja­han Inggris di jamannya. Sangat dike­nal dengan uca­pan­­­­nya “ It’s better to live a day like a tiger, rather 100 years like a jackal”.  Tipu Sultan  meme­rintah hingga  tahun 1799.

Setelah Tipu Sultan wafat, Kerajaan dikembalikan pada Dynasty Wodeyar dan pusat pemerintahannya dikem­balikan ke Mysore lagi. 

Dua orang yang terkenal setelah masa itu antara lain adalah Ratu Vani Valasa, yang terkenal karena besar contribusinya terhadap My­sore.

Beliau rela menjual per­hiasannya demi untuk mem­bantu mendanai pemba­ngunan sebuah dam.  Satunya lagi adalah Kris­hnaraja Wo­deyar, yang membawa Kera­jaan Mysore ke puncak ke­emasannya  dari tahun 1902 -1912. (dm/rtr/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi