Hadir di antaranya Ketua Parkindo Sumut Effendy Naibaho, Wakil Ketua Kespekri (Kesatuan Pekerja Kristen Indonesia) Charles Marpaung, Bukit Sitompul (praktisi hukum), Raya Sibuea (guru), Berlin S (pensiunan), Ketua LSM Sikap Maju Manalu, Marolop Hutahaol (guru), Esron Hutagaol, Jaya Sinaga (Wakil Ketua Kesper), Gandi Parapat, dan lainnya.
Jumongkas Hutagaol menyampaikan, acara itu adalah pertemuan masyarakat yang merindukan pemimpin bisa menjalankan amanah sesuai kebutuhan. Bagi Jumongkas, Undang undang (UU) Politik yang memberi kesempatan kepada rakyat untuk memilih langsung kepala daerah, adalah anugerah Tuhan kepada orang Batak.
Sehingga orang Batak bisa menentukan siapa pemimpinnya, apalagi dihubungkan dengan kondisi Tapanuli yang masih lekat dengan peta kemiskinan. Ini juga terlihat dengan perjuangan Provinsi Tapanuli sehingga ada yang sampai di penjara, semata-mata hanya karena merasa bahwa Tapanuli memang butuh sentuhan serius.
“Jadi mari manfaatkan momen ini untuk memilih pimpinan kita," kata Jumongkas.
Jumongkas menyebut, ada beberapa nama yang potensial, namun dalam pandangannya, Dr Maruli Siahaan SH MH yang tepat. "Masalahnya kita masih perlu mempertanyakan apakah Pak Maruli bersedia. Dan kita berharap, dia mau membuka hatinya untuk daerah kita ini," katanya.
Peluang
Selain itu, Jumongkas melihat peluang besar bisa diraih apabila keinginan itu dijalankan melalui jalur independen. Sebab sesuai pengalamannya, maju dari jalur partai justeru cenderung tidak jelas bagaimana wujudnya.
"Peluang tidak pernah berulang. Jadi sekaranglah momentum Pak Maruli kita dorong untuk bersedia maju," katanya.
Ketua Parkindo Sumut Effendy Naibaho, minta agar tekad lebih diperjelas. "Jangan lagi sada ma hita, tapi lam sada ma hita," katanya.
Dia juga melihat ketidaksiapan orang Batak menerima orang Batak sebagai pemimpin, karena sering saling menjegal. "Fakta Pilkada Sumut membuktikan bagaimana sesama kita justeru saling menjegal. Jadi selain menanyakan kesiapan Pak Maruli, yang paling utama sebenarnya adalah kesiapan orang Batak itu sendiri," katanya, seraya mengusulkan agar segera dibentuk tim permanen untuk mewujudkan keinginan dimaksud.
Hampir seluruh yang hadir sepakat, Dr maruli Siahaanlah tepat untuk Sumatera Utara, apalagi dengan kondisi sekarang. Menurut forum, Provinsi Sumatera Utara saat ini membutuhkan orang yang punya nyali dan kemampuan untuk menyelesaikan banyaknya masalah yang membelit daerah ini.
"Masalah terbesar dihadapi Provinsi Sumut adalah masalah hukum. Dengan latar belakang Maruli Siahaan sebagai penegak hukum, serta pendidikan juga berlatar belakang hukum, maka ada harapan positif, bahwa Sumut tidak lagi terjebak dalam masalah, khususnya korupsi," sebut seorang peserta Marga Simanjuntak.
Dikenal
Selain itu, menurut forum, figur Maruli Siahaan yang dikenal secara luas berbagai kalangan di Sumatera Utara, yang akan menjadi poin positif dalam menjalankan kebijakan-kebijakan, khususnya terkait masalah hukum. Belum lagi sosok Maruli yang dikenal sekaligus disegani hampir seluruh kalangan, sehingga selain masalah hukum, hal lain pun akan mendapat dampak positif, misalnya Kamtibmas.
Sebagai keputusan dari pertemuan, semua yang hadir sepakat untuk tetap mendorong Maruli Siahaan, sekaligus mengupayakan pengumpulan KTP sebagai syarat maju dari independen.
Sementara Drs Hasudungan Siahaan MM dari Komunitas Teman Maruli menyampaikan, ide membuat pertemuan itu, didasari pada besarnya antusias masyarakat, agar Sumatera Utara bisa keluar dari "masa kegelapan". Khususnya dalam 10 tahun terakhir ini, Gubernur Sumut dua kali tersandung masalah hukum.
"Kita masih tahap mencari keinginan masyarakat lalu menginventarisasinya, kemudian kita sampaikan kepada Pak Maruli Siahaan. Semoga dengan semakin banyaknya masukan dari masyarakat, maka Pak Maruli Siahaan akan tergerak hatinya untuk mau ikut dalam pencalonan di Pilkada Sumut," kata Hasudungan Siahaan. (sug)










