Kalau Manusia Sudah Lenyap dari Bumi

MUNGKIN saja pernah terlintas dalan pikiran apa yang akan terjadi dan bagaimana wujud bumi jika umat manusia benar-benar lenyap dari jagat raya ini.

Lewat laman Daily Mail, sejak dahulu sampai sekarang, kiamat atau akhir dunia merupakan topik abadi dalam keagamaan, kesastraan dan kesenian. Coba berandai sejenak, apa yang akan terjadi dan bagaimana rupa bumi ini setelah akhir dunia dan bagaimaa suasananya seandainya tidak ada manusianya lagi?

Video yang dihimpun National Geographic Magazine menunjukkan, apabila manusia musnah, maka dalam beberapa jam, pembangkit listrik termal, turbin angin dan panel surya akan runtuh karena tidak ada yang control. Akibatnya pasokan listrik pun terputus, jalan-jalan yang terang benderang menjadi gelap gulita karena tidak ada pasokan listrik, suasana menjadi hening dan sunyi senyap.

10.000 tahun kemudian, hanya tersisa batu ukir satu-satunya jejak manusia yang pernah eksis di bumi. Sphinx, Tembok Besar Tiongkok dan ukiran empat kepala presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore masih berdiri tegak dalam kesunyian, seakan-akan menceritakan tentang kecemerlangan peradaban manusia yang pernah eksis di bumi.

Jalan-jalan yang terang benderang menjadi gelap gulita karena tidak ada pasokan listrik, suasana menjadi hening dan sunyi senyap bak kuburan.

Beberapa atau tiga hari setelah manusia menghilang, hampir semua sistem kereta bawah tanah mulai terendam air karena pompa yg berfungsi buat menyedot air mulai berhenti bekerja, akibatnya sebagian besar terowongan kereta bawah tanah akan digenangi air. 

Sekitar sepuluh hari kemudian, hewan ternak di peternakan dan hewan peliharaan mati kelaparan karena tidak ada yang rawat, sementara anjing-anjing berukuran besar akan secara berkelompok memburu hewan kecil lainnya. 

Sebulan kemudian, air yang berfungsi buat mendinginkan pembangkit listrik tenaga nuklir mulai menguap, sementara itu, batang bahan bakar meledak karena suhu tinggi, dan insiden ledakan Chernobyl pun kembali terulang di dunia. Pencemaran nuklir menjadi peristiwa global.

Setahun kemudian, satelit yang tidak dikendalikan manusia jatuh karena sudah tua dan pengaruh gravitasi benda langit. Dan dibawah efek gravitasi inti bumi, sebagian besar akan menembus lapisan atomosfer dan menukik ke bumi. Satelit buatan di sekeliling bumi sekarang, meskipun disanggah oleh atomosfer, namun apabila sejunmlah besar satelit itu jatuh, maka tingkat keparahannya sebanding dengan hantaman asteroid. 

Semak

Dua puluh tahun setelah umat manusia lenyap dari muka bumi, jalan-jalan dan stadion buatan manusia ditumbuhi semak belukar, dan dengan adanya semak belukar akan muncul berbagai hewan. Selain itu juga akan muncul predator (pemangsa), anjing besar yang beruntung masih hidup akan kawin silang dengan serigala.

Kota-kota yang diduduki sebelumnya, tidak tampak seorang manusia pun. Udara akan menjadi sangat bersih, visibilitas atau jarak pandang beberapa kota akan tampak lebih luas beberapa sungai, kota-kota seperti Dubai atau Las Vegas akan ditelan oleh padang pasir, dan padang pasir akan merampas kembali daerah yang memang menjadi miliknya, demikian juga dengan alam.

Tiga ratus tahun kemudian setelah umat manusia lenyap, menara Eiffel atau jembatan menara yang terbuat dari baja akan mulai runtuh, karena selama bertahun-tahun tidak ada manusia yang mengecat ulang untuk mencegah kekaratannya. Setelah beton bertulang itu mulai berkarat, maka bangunan bertingkat tinggi terakhir di dunia pada akhirnya akan runtuh.

Selain itu, rawa-rawa yang pernah menutupi seantero Amerika muncul kembali, dan aneka jenis tumbuhan dan hewan akan kembali ke daerah milik mereka semula. Mamalia laut juga akan sangat gembira karena lenyapnya manusia, dan tanpa pengaruh manusia, ikan paus akan terus berkembang biak.

500 tahun setelah umat manusia lenyap dari muka bumi, semua bangunan modern yang ada di dunia akan lenyap, dan alam kembali mendominasi bumi. Sepuluh ribu tahun kemudian, bukti pernah eksisnya manusia hanya tersisa bangunan dari batu-batu ukuran besar, seperti Piramida Mesir, Tembok Besar Tiongkok dan ukiran empat kepala presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore, dimana semua bangunan yang terbuat dari batu-batu besar ini akan terus eksis selama ratusan ribu tahun.

Lima puluh juta tahun kemudian, botol-botol plastik dan pecahan kaca akan menjadi bukti terakhir peradaban manusia yang pernah ada di muka bumi. Sampai seratus juta tahun kemudian, plastik-plastik dan kaca ini akan lenyap sepenuhnya, planet kita akan menjadi sebuah sistem yang sangat stabil, dan secara perlahan, sampah-sampah yang kita ciptakan akan lenyap dengan sendirinya.

Jika 300 juta tahun kemudian, muncul lagi sebuah kehidupan cerdas yang baru di muka Bumi, maka yang mereka hadapi adalah sebuah bumi yang baru, dan mereka bahkan tidak akan menyadari pernah ada peradaban manusia di Bumi.

Di dunia ini mungkin tidak ada “akhir dunia,” apabila tidak ada manusia. Bumi akan eksis dengan sangat baik, bahkan lebih penuh vitalitas, hingga bertahun-tahun kemudian, bekas peradaban manusia yang pernah ada akan lenyap sepenuhnya.

Jika dibandingkan kekuatan yang diberikan manusia pada Bumi dengan kekuatan alam, jelas Bumi dapat melihat kekuatan alam itu adalah kekuatan perbaikan yang “memberikan kehidupan.” (ntdtv/ebn/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi