Banda Aceh, (Analisa). Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP-Unsyiah), Drs Mawardi M.Hum ditunjuk sebagai Direktur Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) menggantikan pejabat lama, Dra Zunaimar.
Penunjukan berdasarkan surat keputusan Gubernur Aceh Nomor 821.2/714/2016 dan keputusan Rektor Unsyiah Nomor 1837 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direktur PDIA. Serah terima jabatan berlangsung di Kantor PDIA, Kamis (15/9).
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unsyiah, Prof Dr Husni Jalil SH M.Hum menyampaikan, PDIA salah satu lembaga yang unik, karena dinaungi dua institusi besar yaitu Pemerintah Aceh dan Unsyiah. Mengenai kelembagaan, manajemen PDIA berada di bawah Unsyiah. Sedangkan keuangannya berada di bawah tanggungjawab Pemerintah Aceh.
“Di samping itu, Direktur PDIA baru harus mampu membawa lembaganya menjadi lebih maju dan berkembang pesat. Pemimpin lama telah berhasil memajukan PDIA. Jadi, kemajuan harus diteruskan kepemimpinan yang baru,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Unsyiah ini.
Menurutnya, dunia sejarah sangat disukai para peneliti dan wisatawan lokal maupun internasional. Mereka ingin melihat Aceh dari dekat. Salah satunya dengan berkunjung ke PDIA. Maka PDIA harus mampu mengakomodir kebutuhan pengunjung atau wisatawan untuk menunjukkan profesionalitas lembaga.
“Mengenai pergantian pimpinan, hal itu sangat lumrah terjadi dalam sebuah lembaga dan merupakan sebuah keharusan. Apalagi Direktur PDIA yang lama memasuki masa pensiun. Jadi, pergantian ini wajar. Kita berharap PDIA bisa lebih maju dan mampu menyajikan seluruh informasi dan dokumentasi, khususnya mengenai sejarah Aceh,” pungkasnya.
Serah terima jabatan tersebut disaksikan Dekan dan Wakil Dekan II FKIP, Kabag Kepegawaian, Kabag Tata Usaha, Kasubbag Tata Usaha, Kasubbag HTL, Kasubbag Rumah Tangga, Kasubbag Tenaga Pendidikan dan para staf Unsyiah bersama para pengurus dan staf PDIA. (mhd)











