Kualanamu, (Analisa). Pesawat kargo nomor dua terbesar di dunia, Antonov (An-124), seri 100 RA82044 dari Finlandia mendarat mulus di Bandara Kualanamu, Jumat (6/1) pukul 08.00 WIB.
Pesawat mengangkut mesin transformer dua unit genset pembangkit tenaga listrik untuk PLN Kwala Tanjung dengan total berat 95 ton. Suksesnya pendaratan, tidak terlepas dari hasil koordinasi Customs Imigrasi Quarantine (CIQ), PT Angkasa Pura II Cabang Kualanamu, Otoritas Bandara Wilayah II Medan groundhandling dan intansi terkait.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Kualanamu, Zaky Firmansyah membenarkan kehadiran pesawat kargo Antonov. Dia menilai, kehadiran pesawat itu akan dapat mendongkrak perkembangan ekonomi sektor industri masyarakat Sumut. Apalagi selama ini, moda transportasi pesawat kargo dari Eropa hanya masuk melalui Cengkareng, Jakarta.
“Jadi, tentu membantu para importir kargo di Sumut ke depan, apalagi pesawat Antonov itu sekali angkut 150 ton,” katanya.
Pesawat kargo yang datang kali ini, memang masih carteran, namun pihaknya optimis pada 2017 ini, pesawat kargo yang skedul akan hadir di Bandara Kualanamu akan menarik investor. Hal itu, sesuai dengan visi bandara Kualanamu yang menjadikan KNIA hub airport.
Apa lagi, sarana dan prasarana Bandara Kuanamu juga mendukung. ‘Buktinya Antonov yang masuk ini, mendarat mulus, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dan dapat dilihat para investor,” paparnya.
Terkait dengan barang industri yang diangkut pesawat Antonov, setelah ditotal sumbangan negara yang masuk dari pajak bea sebesar Rp9,5 miliar ke kas negara,” terangnya. (kah)











