Sembilan Spesies Aneh dan Baru Ditemukan

DENGAN ditemukan tanah dan air, maka penemuan spesies dan mahkluk baru yang tidak kita ketahui sebenarnya ada. Tiap tahun, ratusan spesies ditemukan para ilmuwan.

Tim ahli taksonomi interna­sional yang dipimpin para ahli di SUNY College of Environmental Science and Forestry (ESF) me­milih sembilan besar dari sekitar 18.000 spesies baru yang dinamai pada tahun 2016 dan merilis daftar spesies aneh itu ber­tepatan dengan hari kelahiran Carolus Linnaeus 23 Mei.

Linnaeus adalah 'Bapak Tak­so­­nomi' dan karyanya pada perte­ngahan abad ke-18 merupakan titik awal untuk penamaan dan klasifikasi tanaman dan hewan modern.

Berikut sembilan spesies baru yang ditemukan pada tahun 2016 dan di­pu­blikasikan oleh SUNY tahun 2017:

1. Illacme tobini

Si kaki seribu warna putih ini ditemukan di Taman Nasional Sequoia Amerika Serikat (AS). Hewan ini mempunyai mulut yang aneh dan empat kaki mo­difikasi yang diduga dipakai untuk mentransfer sperma ke betina. Ketika terancam, dia akan me­nge­luar­kan zat kimia untuk melindungi dirinya.

2. Pheidole drogon

Semut yang ditemukan di Papua Nugini ini mempunyai bentuk yang unik. Di punggung terdapat duri yang mirip dengan seekor naga. Spesies semut jenis baru ini diduga menggunakan punggung durinya untuk memper­tahankan diri. Semut ini memiliki kepala yang cukup kecil.

Semut tentara memiliki kepala dan rahang yang sangat besar yang digunakan untuk menghan­curkan benih yang tidak dapat dimakan pada mereka. Kepala besar membutuhkan otot besar yang harus berla­buh di suatu tempat, seperti duri. Namun, duri juga terjadi pada semut pekerja dengan kepala lebih kecil dan tidak semua duri menempel pada keterikatan otot.

3. Scolopendra cataracta

Spesies ini banyak ditemukan di Vietnam, Thailand dan Laos. Jenis kelabang ini mempunyai warna yang cukup gelap, me­miliki 20 pasang kaki yang panjangnya mencapai 20 senti meter.

Uniknya, kelabang ini bisa berenang di dalam air semudah saat ia berjalan di daratan. Namun sayang, kelabang yang memp­unyai sifat amfibi ini habitatnya nyaris rusak karena kepentingan wisata.

Scolopendra cataracta berw­ar­na hitam, memiliki 20 pasang kaki, dan panjangnya hingga 8 inci (20 cm). Spesies kelabang pertama iniydapat terjun ke air. Scolopendra cataracta mem­punyai kemampuan berenang dan menyelam yang sangat mahir. Ditemukan di bawah batu karang namun berhasil lolos ke arus dimana dia cepat berlari dan bersembu

4. Eulophophyllum kirki

Eulophophyllum kirki ditemu­kan saat peneliti mencari tarantula dan ular di Kalimantan. Spesies ini dinamai sesuai dengan nama penemunya yaitu Peter Kirk. Fitur Eulophophyllum kirki yang paling mencolok adalah penggunaan warna dan mimikri untuk berbaur dengan dedaunan.

Katydida berukuran sekitar 1,5 inci (panjangnya 4 cm) dengan jantan berwarna hijau dan betina berwarna merah muda cemer­lang. Eulophophyllum kirki luar biasa seperti dedaunan. Ter­masuk kaki belakang yang lebih kecil, namun bentuknya mirip daun.

Karena ditemukan di daerah yang sangat terlindungi, pengum­pulan izin tidak dapat diperoleh dan tidak ada spesimen yang dikumpulkan. Hal ini mencip­takan potensi kebingungan di masa depan karena katydida serupa ditemukan dan meng­gambarkan ketegangan antara kemajuan sains dan peraturan yang bermaksud baik untuk mengumpulka

5. Potamotrygon rex

Potamotrygon rex berwarna kehitaman dengan bintik-bintik kuning ke oranye pada bagian tubuhnya. Kombinasi warna dengan ukurannya diberi julukan ''king''. Spesimen tipe panjangnya 43 inci (1,11 m); Spesimen yang berukuran besar beratnya bisa men­capai 20 kg (44 pon).

Spesies ini endemik Sungai Tocantins di Brasil dan termasuk di antara 35% dari 350 spesies ikan terdokumentasi di sungai tersebut yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Penemuan seperti sinar besar dan berwarna cerah menyoroti betapa tidak sempurnanya kita mengenal ikan Neotropika.

6.  Eriovixia gryffindori, sejenis laba-laba dari India

Eriovixia gryffindori memiliki panjang kurang dari sepersepuluh inci (2 mm). Namanya diambil dari topi sihir di buku Harry Potter milik Rowling.

Bentuk tubuh si laba-laba ber­bentuk kerucut dan mengingatkan pada topi yang pertama yang dimiliki oleh penyihir terkenal Godric Gryffindor.

Eriovixia gryffindori mem­punyai pe­nyamaran menyerupai daun kering. Di­ketahui spesies ini hidup di hutan di Ghats Barat Te­ngah India, di mana terdapat ve­getasi hijau dan semi-evergreen yang dikelilingi oleh pohon dan daun. Laba-laba tersebut mem­ba­ngun jaring-jaring tempat dia tingg­al berbentuk bola vertikal.

7. Xenoturbella churro

Xenoturbella churro adalah cacing laut berukuran 4 inci (10 cm),satu dari setengah lusin spesies yang sekarang dikenal dalam genusnya.

Spesies itu berwarna oranye-merah jambu dengan empat alur longitudinal yang panjang. Makh­luk primitif ini memiliki mulut, tapi tidak ada anus, dan merupakan pengingat akan keanekaragaman hayati yang menakjubkan yang ditemukan di samudera dunia.

Ditemukan di Teluk Califor­nia, sekitar 5.600 kaki (1.722 m) di bawah permukaan. Seperti beberapa kerabatnya, Xenotur­bella churro diyakini memakan moluska, seperti kerang.

8. Domed Land Snail

Domed Land Snail spesies baru-500x322 domed land snail - Wow, 5 Hewan Spesies Baru Ini Ternyata Baru Saja Ditemukan Hidup di Alam - 500x322--domed-land-snail

Bekicot yang warnanya keren ini dite­mukan di goa di Kroasia. Bekicot ini ternyata buta dan cangkangnya tembus cahaya. Hewan kecil ini hidup di tempat yang bener-bener gelap. Ada di kedalaman 3000 kaki di dalam Goa Lukna Jama-Trojama.

9. Eriovixia Gryffindori

Eriovixia Gryffindori juga dikenal dengan nama laba-laba Harry Potter. Soalnya hewan ini mirip sama yang ada di cerita Harry Potter. Eriovixia Gryffin­dori sendiri ditemukan di Karna­taka, India. Bentuk laba-laba ini bener-bener unik. Seluruh tubuh­nya dipe­nuhi bulu halus berwarna kuning. (wndlist/listvs/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi