Jejak Beras Blang Bintang yang Menghilang

Oleh: Iranda Novandi. BERAS Blang Bintang, Aceh Besar di bawah tahun 2000-an begitu sangat ter­kenal, bukan saja merajai di kawasan kabu­paten penghasil dan Banda Aceh, juga tersebar di seluruh Aceh bahkan luar daerah.

Namun, seiring berkembangnya waktu, pertumbuhan kota dan permukiman baru serta kemajuan modernisasi yang cepat. Rasa­nya, kerinduan beras Blang Bintang yang terkenal lezat tersebut, semakin sulit dicari.

Bukan saja beras Blang Bintang, sejum­lah produk lokal yang juga memiliki nama hebat di Aceh, kini kian hilang. Sebut saja Beras Tangse, Keumala asal Pidie, Keba­yakan asal Aceh Te­ngah atau beras Sigupai dari Aceh Barat Daya (Abdya).

Pertanyaanya, ke mana sejumlah padi lokal yang sering di­tanam di Aceh dan menghasilkan beras yang sangat lezat itu? Masih adakah padi Cantik Manis, Cantik Lembayung di Pidie, padi Sigupai di ka­wasan barat Aceh, padi Manyam Roo di Bireuen.

Lalu dimanakah kini padi Rinteek Karah yang biasa terdapat di kawasan timur Aceh dan Bireuen, di kawasan tengah Aceh ada padi Sibontok, padi Merah dan padi putih Keba­yakan atau sering juga disebut padi Alas?

“Tidak ada lagi beras Blang Bintang asli, sekarang sudah hampir rata-rata aspal (asli tapi palsu,” kata Bachtiar, pedang beras di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar. Aspal yang dimak­sud di sini yakni beras tersebut masih keluaran kilang padi dari Blang Bintang, namun padi yang diproduksi berasal dari luar daerah.

Alasannya, ternyata cukup sederhana. Masyarakat mulai enggan menanam va­rietas lokal tersebut, meskipun hasil beras­nya terkenal nikmat dan lezat, namun produksi panennya sedi­kit. Makanya, banyak petani yang mulai beralih menanam vari­etas padi unggul.

“Di samping itu, banyak juga sawah di sini (Blang Bintang) sudah beralih fungsi, menjadi permukiman penduduk, sekolah bahkan perluasan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) bebe­rapa tahun lalu,” jelas Bachtiar.

Selaras dengan pernyataan Bachtiar, ber­dasarkan data Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh juga menyebut­kan, saat ini, sekitar 90 persen petani sudah beralih ke bibit ung­gul dan sebanyak 95 persen petani juga sudah menerapkan sistem intensifikasi pertanian.

Sejumlah varietas bibit unggul yang su­dah digunakan petani antara lain Ciherang, Cimelati, Ciboga, Inpari 13, Inpari 10, Inpa­ri 6, dan Inpari 3.  Paling banyak digunakan adalah Cihe­rang, termasuk beras yang sering disebut beras Blang Bintang.

“Beras Blang Bintang saat ini meru­pakan varietas Ciherang. Jenis bibit unggul yang cepat panen 4-5 bulan, produksi capai 6-9 atau bahkan 10 ton, tahan hama, tak mudah rebah, dan ra­sa juga enak,” kata  Ali Basyah, petani di Ingin Jaya, kepada Analisa beberapa hari lalu.

Menurut Ali, dengan hasil panen yang banyak, maka petani pun bisa memperoleh sedikit keuntungan. Karena, selama mu­sim tanam petani sudah terlilit utang dari pihak ketiga guna memenuhi kebutuhan selama masa tanam hingga panen.

“Kondisi memaksakan kami beralih ke bibit unggul, kalau tidak mau merugi,” ujar Ali yang mengaku sejak remaja sudah menanam padi Blang Bintang, bersama orang tuanya. Namun, produksinya kecil dibandingkan dengan bibit padi (varietas) unggul.

Panen raya

Siang itu, Kamis (16/3), Gampong Lingom, Kecamatan In­dra­puri, Kabupaten Aceh Besar sangat ramai. Warga berduyun datang guna menyaksikan panen padi raya yang dilakukan Bu­pati Aceh Besar Mukhlis Basyah dan diha­diri Kasdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Ahmad Daniel Chardin serta Staf Ahli Men­teri Pertanian (Mentan) Ir Mukhti Sarjono MS.

Suka cita terpancar dari raut wajah bupati. Pasalnya, jelang berakhir masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Aceh Besar, telah mampu mencatat sejarah, bahwa Aceh Besar mam­pu memproduksi padi mencapai 6,2 ton per hektare (ha).

Dari 29.818 ha luas areal persawahan yang ditanami pada musim tanam 2016-2017 ini, Aceh Besar mampu memproduksi 257.361 ton tahun ini. Hasil ini juga menunjukan Aceh Besar mampu menjadi penyumbang ketahanan pangan bagi Aceh.

Menurut Mukhlis, pelaksanaan program ketahanan pangan yang sedang digalakkan, terutama padi sawah, pada kenyataan­nya cukup membahagiakan semua pihak. Dengan luas baku sawah 31.845 ha dan luas lahan pro­duktif 29.818 ha, realisasi luas tanam musim gadu 2016 mencapai 11.641 ha (105,54 per­sen) dari luas sasaran tanam 11.030 ha.

Ini artinya, terdapat kelebihan tanam 611 ha dari luas area yang direncanakan, dengan produksi mencapai 69.868,48 ton gabah kering panen (GKP). Keberhasilan ini juga, menurut Mukhlis, tidak terlepas dari peran dan kerja sama serta penga­wa­lan yang dilakukan oleh TNI-AD dalam menangani pelaksa­naan pendampingan mulai dari penanaman, pemanenan sampai pascapanen secara baik dan benar.

Maka tak mengherankan kalau Kasdam Iskandar Muda, Brig­jen TNI Ahmad Daniel Chardin sangat senang dengan kerja keras semua pihak, termasuk petani yang begitu serius meng­usa­hakan lahan pertaniannya.

“Tercapainya produksi yang maksimal dalam panen raya saat ini, diharapkan kesejahteraan dan pendapatan petani Aceh Besar terus meningkat,” ujar Kasdam.

Kasdam mengharapkan agar Pemkab Aceh Besar dan in­stansi terkait terus bekerja maksimal, sehingga daerah ini terus swasembada pangan. Dengan keyakinan, potensi sektor perta­nian dapat terus dikembangkan untuk men­capai kesejahteraan masyarakat.

Di balik keberhasilan yang besar ini, ternyata padi yang di­tanam adalah jenis hibrida. Menurut bupati, untuk tahun 2017 ini  guna peningkatan produksi dan produktifitas ju­ga akan me­makai padi hibrida melalui teknologi pene­rapan jarwo super seluas 1.000 ha.

Direncanakan ditanam di Blang Jaroe, Kecamatan In­drapuri dan padi hibrida jajar legowo 2.000 ha. Sedang­kan, untuk padi organik 40 ha akan dilaksanakan pada mu­sim tanam gadu 2017 mendatang.

Lagi-lagi, padi yang digunakan bukanlan varietas lokal. Ma­ka, janganlah berharap banyak. Bila, kita rindu akan nikmat dan lezatnya beras Blang Bintang seperti masa-masa 10-20 tahun yang lalu, tidak akan pernah bertemu lagi.

Jejak beras Blang Bintang yang menghilang, kini ber­ganti beras hasil padi hibrida yang terbalut karung bertu­liskan “Beras Blang Bintang”!.

()

Baca Juga

Rekomendasi