Pematangsiantar, (Analisa). Bupati Simalungun, JR Saragih terus membenahi Simalungun Pematang Raya menjadi lebih indah dan tertata melalui gerakan kebersihan dan gotong royong, Jumat (7/4).
Kegiatan didahului pembersihan di makam Pdt Djaulung Wismar Saragih, yang merupakan pendiri dan penyebar agama Kristen di Simalungun. Makam Pdt.Djaulung Wismar Saragih merupakan Pendeta pertama putra Simalungun sekaligus pendiri Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) dan memisahkan diri dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
“Melalui Pdt. Djaulung Wismar Saragih Sembayak, penyebaran agama Kristen hadir di Kabupaten Simalungun khususnya di Pematang Raya. Karenanya, makam ini harus dibuat lebih indah. Sehingga, bila wisatawan yang datang ke Simalungun dapat mengunjungi sekaligus mengetahui sejarah kehadiran agama Kristen di sini,” ucapnya.
Dikatakannya, perjuangan Pdt. Djaulung Wismar Saragih Sembayak dalam menyebarkan agama Kristen di Pematang Raya harus terus diingat. Selain sisi keagamaan, terdapat pula nilai budaya di dalamnya. Terlebih, Pdt. Djaulung Wismar Saragih Sumbayak merupakan putera daerah asli Simalungun.
“Saya meminta seluruh Pangulu (kepala desa) yang ada di Pematang Raya terus menjaga serta melestarikan makam ini. Agar nantinya, ketika ada orang datang yang ingin tahu perihal sejarahnya akan mudah dilihat,” ujarnya.
Sosok Pdt. Djaulung Wismar Saragih Sumbayak dikenal sebagai pendeta pertama dari suku asli Simalungun. Bahkan, dia juga budayawan yang gigih memperjuangkan kemajuan Simalungun. Selama hidupnya, pria kelahiran 1888 ini dikenal melakukan terjemahan alkitab dalam Bahasa Simalungun. Otomatis membuatnya kian dikenal menjadi orang Indonesia pertama yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa nusantara dalam hal ini Simalungun.
Selain mengunjungi makam dan kegiatan kebersihan, bupati juga gotong royong di Kota Pematang Raya. Apalagi kondisi curah hujan saat ini cukup tinggi bisa menyebabkan tingkat penyakit demam berdarah (DBD) meningkat. Hadirnya gotong royong ini juga menjadi bagian dalam bentuk motivasi kepada masyarakat soal kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dra Mislaeni Saragih menuturkan, gerakan gotong royong bisa membuat tubuh masyarakat lebih sehat. Terlebih, cara ini menjadi program dalam kinerja semangat baru di era kepemimpinan Bupati Simalungun JR Saragih.
“Bupati konsentrasi untuk persoalan kesehatan masyarakat, salah satunya sadar lingkungan. Selain gotong royong, juga memberikan edukasi soal bagaimana hidup bersih kepada masyarakat. Sehingga bisa memotivasi masyarakat,” tuturnya. (ama)











