SINGA merupakan hewan yang berasal dari keluarga felidae atau sejenis kucing. Singa ini hidup secara berkelompok. Dan pada dasarnya terdiri dari seeokor jantan serta bayak betina. Dimana kelompok-kelompok ini selalu menjaga daerah kekuasaannya dengan sangat hati-hati dan ketat.
Hewan yang satu ini dikenal sebagai 'Raja Hutan', dimana julukan tersebut memberikan predikat bahwa singa merupakan binatang yang paling dihormati dan ditakuti oleh binatang-binatang yang ada disekelilinnya.
Kini julukan singa sebagai “Raja Hutan” terkalahkan dengan kambing jantan yang dinobatkan sebagai “raja” baru di kota terpencil Irlandia. Dalam beberapa hari pekan ini, seekor kambing dinobatkan menjadi raja bagi kota kecil di barat daya pedesaan Irlandia.
Dianggap sebagai salah satu festival tertua di Irlandia, Pekan Raya Puck membuat penduduk lokal di Kota Killorglin mengambil kambing gunung liar dari habitatnya dan menjadikannya sebagai "Raja Puck" dalam acara tersebut.
Raja tahun ini diarak ke seluruh penjuru kota Killorgin, tempat kambing tersebut dianugerahi gelar raja oleh Ratu Puck, yang dijabat oleh seorang gadis yang masih di bangku sekolah.
Kambing tersebut tampak santai dan sesekali merasa kebingungn saat penobatannya.
"Saya telah melihat acara tersebut dalam 11 tahun terakhir ini, maka acara seperti ini tidak terasa baru, tetapi ketika saya pertama kalinya pindah kesini dari Inggris, saya rasa ini hal yang aneh," ungkap pengunjung pekan raya dari Killarney Ben Henry. Festival Puck menghadirkan pertunjukan musik, kesenian jalanan dan pameran kuda.
Asal muasal dari acara tersebut masih belum jelas, meski banyak teori dari penduduk setempat yang mengatakan festival tersebut berasal dari festival panen ataupun cerita seorang kambing yang melarikan diri dari pasukan Oliver Cromwell menuju desa.
Penyelenggara festival mengatakan acuan sejarah untuk tanggal festival kembali ke awal diadakannya acara itu pada abad ke-17. Sedangkan untuk Raja Puck, panitia mengatakan bahwa kambing gunung tersebut diperlakukan seperti raja selama masa pemerintahannya yang singkat.
Kambing raja itu akan menjalani pola makan dengan ranting pohon ash, air, dan kubis untuk menjaga kebugarannya sampai dia kembali ke rumahnya di gunung mengikuti upacara penurrunan takhta.
Penyelenggara acara tersebut berharap bisa menyambut lebih seratus ribu pengunjung selama festival yang berlangsung sampai 12 Agustus. (wkp/rtr/abc/idtc/es)











