TEMPAT ini terletak di Henan, Tiongkok. Penduduk setempat menyebutnya “bingbing bei” atau punggung es. Tempat ini seolah tak tersentuh perubahan musim. Ketika seluruh Tiongkok sedang mengalami musim dingin, di tempat ini justru bersuhu hangat, warm zone. Ini memang sungguh aneh.
Orang menyebut pergantian musim merupakan hukum alam yang tak bisa diubah, tapi di sini hal itu tidak berlaku. Lokasi persisnya adalah pegunungan sebelah timur dari Provinsi Liaoning. Penduduk mengalami suhu hangat, sementara daerah lain di Tiongkok sedang mengalami perubahan musim.
Dengan adanya fenomena ini, kawasan ini mendapat julukan “zona anomali suhu.” Ini “zona anomali panas bumi” meluas hingga ke luar kota sebelah kiri sungai Hunjiang ke bagian akhir di sebelah kanan Sungai Hun hingga ke kaki bukit dekat provinsi Guandian. Panjang “anomali suhu zona” adalah kira-kira 15km, dengan luas sekitar 106.000 meter persegi.
Uniknya ketika musim panas datang, daerah anomali suhu ini temperaturnya menurun. Ketika suhu musim panas mencapai 30 derajat celcius, suhu di sini justru berada di minus 12 drajat celcius, bahkan suhu super dingin ini terus merasuk hingga 1 meter di bawah tanah.
Bahkan air tanah menjadi membeku saking dinginnya. Tempat ini telah berubah menjadi frizer ketika daerah lain kepanasan. Malah, jika kita meneteskan air ke bawah tanah, maka serta merta air itu akan berubah menjadi es. Luar biasa!
Shennongjia, tempat buas yang dihuni makhluk misterius.
Shennongjia terletak di persimpangan Sichuan, Hubei, merupakan pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Yangtze di Tiongkok dan Sungai Hanjiang. Luas areal ini 3.250 km2, 85 persen daerah tersebut berupa hutan. Ketinggian rata-ratanya adalah 1.700 meter, namun titik tertingginya 3.105 meter.
Orang-orang menyebut lokasi itu adalah tempat yang liar dan buas. Ini berdasarkan dokumentasi sejarah tempat itu. Banyak kejadian mengerikan seputar tempat itu. Orang menduga di dalam sana, hidup makhluk buas, namun sampai kini tidak diketahui makhluk apakah gerangan.
Upaya mengumpulkan bukti tentang keberadaan makhluk buas itu telah dimulai departemen terkait tahun 1977-1980. Para peneliti telah menemukan ‘jejak’ makhluk liar itu seperti kumpulan rambut, juga jejak kaki yang diduga dibuat oleh makhluk itu.
Menarik
Begitupun kawasan ini sangat menarik .April sampai Juni setiap tahun, bunga Azalea Bermekar untuk menghiasi pegunungan di Shennongjia.
Lebih Jelasnya, Shennongjia terletak di sebelah barat Propinsi Hubei dan kawasan ini merupakan Cagar Alam dan terkenal dengan hutannya yang masih terawat baik, tanaman langka dan satwa nasional yang dilindungi. Kekayaan varietas dan iklim yang menyenangkan juga akan membuat siapapun betah berkunjung ke sini.
Cagar alam yang mencakup hutan seluas 2.618 kilometer persegi ini telah terdaftar dalam jaringan cagar alam biosfer UNESCO pada tahun 2016, merupakan warisan alam dunia yang pertama di propinsi Hubei, ke-11 di Tiongkok.
Pada musim semi, karena kondisi alamnya yang mempunyai berbagai tingkat ketinggian, orang bisa melihat keanekaragaman tanaman yang akan memanjakan mata.
Masih di Tiongkok, terdapat Teotihuacan yang dikenal dengan Lembah Kematian.
Kota kuno ini terdapat di pengunungan Kunlun, Provinsi Qinghai, Tiongkok. Lembah itu dijuluki Lembah Kematian. Disebut demikian karena di sana ditemukan sisa sisa bulu, tulang, kerangka serigala, beruang, dan para pemburu dan beberapa tersebar di sekitar makam. Suasananya menjadi sangat mengerikan dan mencekam. Entah apa yang terjadi di sini.
Inilah sebuah kisah nyata yang disampaikan oleh tim geologi dari Tiongkok yang merekam sebuah peristiwa mengerikan. Kisah itu terjadi pada 1983 tentang sekelompok kuda yang lapar merumput di rumput dan tiba-tiba menghilang secara aneh di lembah kematian itu.
Seorang gembala pergi ke daerah larangan “The Gates of Hell” itu, untuk mencari kudanya. Tapi dia tak pernah kembali, hanya kudanya yang muncul di kaki pegunungan Kunlun.
Beberapa hari kemudian si pemburu ditemukan tewas mengenaskan. Pakaiannya sobek sobek, tubuhnya pun tak utuh lagi, nyaris tak berkaki, matanya melotot seolah melihat sesuatu yang mengerikan. Ia juga ditemukan dalam keadaan menggenggam erat senapannya, menunjukkan ia tengah memperjuangkan hidupnya sampai saat saat terakhir.
Tapi yang paling ajaib adalah, di sekujur tubuhnya tidak dijumpai sedikitpun tanda bahwa dia telah diserang, sungguh aneh memang.
Iblis
Tidak itu saja, di Tiongkok juga ada ”Moguicheng” atau Kota Iblis. Di Tiongkok, orang lebih mengenal kawasan gurun ini sebagai “Moguicheng” atau kota iblis. Terletak di Xinjiang, Tiongkok. Di sana ada semacam benteng atau castle.
Bila orang melintasi gurun menuju kastil, angin sepoi sepoi berhembus diiringi bunyi-bunyian seperti suara musik yang datang dari kejauhan. Bunyi-bunyian bernada ini bukan seperti suara desiran angin yang kadang bersuit-suit, tapi memiliki nada seperti sebuah lagu.
Orang orang yang melintasi gurun ini sepakat seolah mendengar nada dari kejauahan. Melodi itu seperti tercipta dari getaran 10 juta bel, tapi kadang-kadang orang dapat merasakan musik seperti menjentikkan lembut dari 10 juta gitar ‘string.
Namun, ketika badai datang, pasir-pasir yang diterbangkan oleh angin kencang, langit gelap gulita, situasi tiba-tiba berubah seperti neraka. Musik-musik indah berganti dengan suara suara aneh yang mengerikan.
Mirip suara auman dari harimau, terompet dari gajah, dan suara lengkingan babi yang sedang disembelih, rengekan bayi menangis dan jeritan dari para wanita yang akan mati. Suara-suara mengerikan ini terus menerus secara bergantian sehingga membuat suasana makin mencekam.
Badai kemudian berputar-putar agresif dengan diserta gelegar di langit disertai suara menggeram ketakutan serigala di malam hari berawan. Entah bagaimana perasaan orang-orang yang membangun kota ini dulunya, dari manakah suara suara itu berasal belum ada yang bisa menjelaskan. (wpc/drc/ar)











