Sepuluh Fobia Unika Diderita Seseorang

FOBIA (gangguan anxietas fobik) adalah rasa ke­ta­kutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fe­no­mena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat ke­hi­dupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit di­mengerti.

Ada perbedaan "bahasa" an­tara pe­ngamat fobia dengan se­orang pe­ngidap fobia. Pengamat fobia meng­­gunakan bahasa logika se­men­­tara seorang pengidap fo­bia bia­sanya menggunakan baha­sa rasa.

Bagi pengamat terasa lucu jika se­seorang berbadan be­sar, takut de­ngan hewan kecil seperti ke­coa atau tikus. Sementara di bayangan se­orang pengi­dap fo­bia, subjek ter­sebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sa­ngat menjijik­kan ataupun mena­kutkan.

Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan me­ngen­dalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus mene­rus dengan subjek Fobia, hal terse­but berpotensi menye­babkan ter­jadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan di mana mental seseorang menjadi terkun­ci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersang­kutan dalam mengendali­kan perasaan takutnya.

Penyebab lain terjadinya fiksasi da­pat pula disebabkan oleh suatu ke­adaan yang sangat ekstrem se­perti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya. Beberapa fobia-fobia yang paling aneh yang mungkin saja diidap seseo­rang seperti diku­tip dari laman listverse.com:

 1. Glossophobia

Glossophobia merupakan jenis phobia sosial yang menye­babkan penderitanya mengalami ketakutan untuk berbicara di depan umum. Pho­bia ini tentu sangat berpe­nga­ruh dalam kehi­dupan sosial si pen­derita.

Hal ini menyebabkan masalah dalam hal berkomunikasi dengan orang lain, seperti di sekolah, tem­pat kerja maupun lingkungan sosial lainnya.  Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin penderita glosso­pho­bia akan terisolasi dari kehi­du­pan so­sialnya.

Glossophobia jika ditinjau dari aktivitas otaknya terjadi karena di­kuasai oleh pikiran bawah sadar. Pi­kiran bawah sadar penderita glos­sophobia mengambil alih kesa­da­ran dan merespon aktivitas sosial (berbicara di depan umum) sebagai sebuah bahaya sehingga membuat pen­derita gloosophobia yakin bah­wa berbicara di depan umum meru­pakan suatu bahaya dan mengirim­kan sinyal pada tubuh untuk mela­wan atau berlari.

Untuk dapat mengatasinya, di­perlukan pemrograman ulang pi­kiran bawah sadar penderita glos­sop­hobia agar pikiran bawah sadar bisa menyikapi aktivitas sosial (ber­bicara di depan umum) seba­gai­mana mestinya dan bu­kanlah sebagai suatu bahaya yang harus dihindari.

2. Genophobia

Pernahkah Anda mendengar ka­ta Genophobia? Genophobia atau dikenal juga sebagai Coito­pho­bia, adalah phobia atau rasa ta­kut me­lakukan hubungan sek­sual. Istilah ge­nophobia biasa dihu­bung­kan de­ngan istilah Erotrobia atau keta­kutan pada seks. Namun sebe­nar­nya dua hal ini berbeda. Genop­ho­bia adalah ke­takutan terhadap tin­dakan sek­sual, se­dangkan Erotro­bia adalah keta­kutan terhadap se­gala hal yang ber­hubungan dengan seks.

Seperti phobia pada umum­nya, genophobia biasanya muncul karena adanya trauma berat di masa lalu. Pemerkosaan atau penga­niayaan adalah hal yang paling se­ring menyebabkan Genophobia.

3. Heliophobia

Para penderita Heliphobia bakal tak bisa menghindar dari julukan sebagai vampir. Pasal­nya, mereka takut terhadap matahari dan sinar­nya, sehingga akan memilih ber­diam diri di rumah. Bahkan, me­reka akan menutup celah-celah ru­mah­nya agar tak ada sinar mata­hari yang masuk.

Sebagai contoh seseorang yang percaya paparan sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit menjadi pertanda seseorang menderita heliophobia.

4. Decidophobia

Decidophobia merupakan phobia yang dapat menurunkan tingkat keberanian seseorang. Sebab de­ci­dophobia adalah pho­bia ter­hadap “pengambilan kepu­tusan.”

Seseorang yang menderita deci­dophobia memiliki kecen­derungan untuk menyerahkan keputusan da­lam hidupnya kepa­da pihak lain, bia­sanya kepada orang tua atau pa­­sangan mereka. Bisa juga, kepu­tusan tersebut mereka serahkan kepada pemim­pin keagamaan, partai politik, dan dalam skala yang lebih luas lagi.

Gejala deicodphobia sangat bervariasi. Tiap penderita memi­liki gejala yang berbeda. Gejala-ge­jala tersebut dapat berupa mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, hingga jan­tung berdebar.

Penderita bahkan merasa diri­nya terjebak dalam sesuatu hing­­ga ia tak dapat melarikan diri dari “se­suatu” tersebut. Kadang diri­­nya juga merasakan kepa­nikan.

5. Nomofobia

Nomophobia adalah suatu sin­drom ketakutan jika tidak mem­pu­nyai telepon genggam (atau akses ke telepon geng­gam). Istilah ini per­tama kali muncul dalam suatu penelitian tahun 2010 di Britania Raya oleh YouGov yang meneliti tentang kegelisahan yang dialami di antara 2.163 pengguna telepon genggam.

Studi tersebut menemukan bah­wa 58% pria dan 47% wanita peng­guna telepon genggam yang disur­vei cenderung merasa tidak nya­man ketika mereka "kehi­langan te­lepon genggam, keha­bisan bate­rai atau pulsa, atau berada di luar ja­ringan", dan 9% selebihnya m­e­rasa stres ketika telepon geng­gam mereka mati.

Separuh di antara mereka me­ngatakan bahwa mereka geli­sah karena tidak dapat berhu­bungan de­ngan teman atau ke­luarga me­reka jika mereka tidak menggu­nakan telepon genggam mereka.

Lebih dari separuh orang yang terindikasi sebagai nomofobia tidak pernah mematikan telepon genggam mereka.

6. Ablutofobia

Ablutofobia (abluto berasal dari Bahasa Latin yang berarti "mandi") adalah ketakutan yang terus me­nerus dan tak bisa d­ikendalikan atas aktivitas mandi, mencuci mu­ka, atau membersih­kan tubuh. Fobia ini spesifik situasional. Ab­lutofobia sering terjadi pada anak kecil dan wanita. Hanya saja, keta­kutan ini biasa­nya perlahan meng­hilang pada anak kecil begitu mere­ka belajar bahwa mandi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.

7. Philophobia

Philophobia berasal dari ba­hasa Yunani "Philo" yang berarti cinta dan "phobia" yang berarti takut. Phi­lo­phobia adalah satu penyakit men­tal dalam diri seseorang yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai.  Pe­ngidap penyakit ini biasanya per­nah melalui diri sendiri atau pe­nga­laman orang lain hal-hal yang ti­dak menyenangkan dalam per­cintaan.

Kesannya, pengidap Philo­ph­o­bia akan merasa takut, gelisah dan me­nunjukkan permu­suhan, keben­cian, diskriminasi dan berpra­sang­ka buruk terhadap apa saja yang berkaitan dengan cinta sama ada sesuatu objek, orang atau situasi.

Philaphobia terjadi disebabkan penderita pernah mengalami ke­takutan, kekecewaan atau patah hati yang mendalam sehingga me­ng­aki­batkan perasaan malu, sakit, ke­­cewa, sedih yang teramat sangat di­mana semuanya terre­kam ke da­lam alam bawah sadar.

8. Neophobia

Kebanyakan orang semangat untuk mencoba hal baru. Namun, bagi penderita neophobia ini, me­reka akan merasakan keta­kutan yang besar jika diberi tahu sesuatu hal baru.

Umumnya, mereka juga akan histeris sendiri jika memiliki ide baru. Dalam gerakan perubahan, bela­kangan ini juga dikenal istilah neo­p­hobia yang berarti takut terha­dap pembaruan, perubahan atau trans­formasi.

Dulu kelompok ini biasa disebut sebagai kelompok yang resistance to change. Tetapi belakangan di antara kelompok yang resistan itu ditemui peng­­gerak-penggerak perlawanan yang dihantui rasa takut yang luar biasa.

Takut kehilangan kenik­matan yang sudah dimiliki, tak siap meng­hadapi hal-hal baru, tak dite­rima, tak dinilai pintar, tak dianggap he­roik, takut diting­galkan, dan seba­gai­nya.

9. Ergophobia

Ergophobia adalah ketakutan terhadap pekerjaan. Bukan yang benci pekerjaan, tapi ketika Anda merasa takut saat harus bekerja sama dalam kelompok, me­mimpin kelompok atau berbicara di depan umum. Kesimpulannya, Anda takut terhadap pekerjaan.

10. Haphephobia

Berbagai macam rasa keta­kutan yang aneh dan tidak masuk akal ada di dunia ini, salah satunya ada­lah hapephobia. Fobia aneh ini je­nis­nya langka karena mem­buat se­seorang takut disentuh oleh orang lain. Orang yang menderita ha­pephobia akan merasa takut terus-menerus pada sentuhan seseorang.

Haphephobia adalah rasa takut dan kecemasan yang dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang, yang dipicu oleh sentuhan. Pen­derita biasanya akan terlihat cemas, tidak nya­man, berkeringat, bahkan panik hebat jika dia disentuh oleh orang lain. (wkp/listvs/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi