FOBIA (gangguan anxietas fobik) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit dimengerti.
Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa.
Bagi pengamat terasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoa atau tikus. Sementara di bayangan seorang pengidap fobia, subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan di mana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya.
Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya. Beberapa fobia-fobia yang paling aneh yang mungkin saja diidap seseorang seperti dikutip dari laman listverse.com:
1. Glossophobia
Glossophobia merupakan jenis phobia sosial yang menyebabkan penderitanya mengalami ketakutan untuk berbicara di depan umum. Phobia ini tentu sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial si penderita.
Hal ini menyebabkan masalah dalam hal berkomunikasi dengan orang lain, seperti di sekolah, tempat kerja maupun lingkungan sosial lainnya. Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin penderita glossophobia akan terisolasi dari kehidupan sosialnya.
Glossophobia jika ditinjau dari aktivitas otaknya terjadi karena dikuasai oleh pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar penderita glossophobia mengambil alih kesadaran dan merespon aktivitas sosial (berbicara di depan umum) sebagai sebuah bahaya sehingga membuat penderita gloosophobia yakin bahwa berbicara di depan umum merupakan suatu bahaya dan mengirimkan sinyal pada tubuh untuk melawan atau berlari.
Untuk dapat mengatasinya, diperlukan pemrograman ulang pikiran bawah sadar penderita glossophobia agar pikiran bawah sadar bisa menyikapi aktivitas sosial (berbicara di depan umum) sebagaimana mestinya dan bukanlah sebagai suatu bahaya yang harus dihindari.
2. Genophobia
Pernahkah Anda mendengar kata Genophobia? Genophobia atau dikenal juga sebagai Coitophobia, adalah phobia atau rasa takut melakukan hubungan seksual. Istilah genophobia biasa dihubungkan dengan istilah Erotrobia atau ketakutan pada seks. Namun sebenarnya dua hal ini berbeda. Genophobia adalah ketakutan terhadap tindakan seksual, sedangkan Erotrobia adalah ketakutan terhadap segala hal yang berhubungan dengan seks.
Seperti phobia pada umumnya, genophobia biasanya muncul karena adanya trauma berat di masa lalu. Pemerkosaan atau penganiayaan adalah hal yang paling sering menyebabkan Genophobia.
3. Heliophobia
Para penderita Heliphobia bakal tak bisa menghindar dari julukan sebagai vampir. Pasalnya, mereka takut terhadap matahari dan sinarnya, sehingga akan memilih berdiam diri di rumah. Bahkan, mereka akan menutup celah-celah rumahnya agar tak ada sinar matahari yang masuk.
Sebagai contoh seseorang yang percaya paparan sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit menjadi pertanda seseorang menderita heliophobia.
4. Decidophobia
Decidophobia merupakan phobia yang dapat menurunkan tingkat keberanian seseorang. Sebab decidophobia adalah phobia terhadap “pengambilan keputusan.”
Seseorang yang menderita decidophobia memiliki kecenderungan untuk menyerahkan keputusan dalam hidupnya kepada pihak lain, biasanya kepada orang tua atau pasangan mereka. Bisa juga, keputusan tersebut mereka serahkan kepada pemimpin keagamaan, partai politik, dan dalam skala yang lebih luas lagi.
Gejala deicodphobia sangat bervariasi. Tiap penderita memiliki gejala yang berbeda. Gejala-gejala tersebut dapat berupa mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, hingga jantung berdebar.
Penderita bahkan merasa dirinya terjebak dalam sesuatu hingga ia tak dapat melarikan diri dari “sesuatu” tersebut. Kadang dirinya juga merasakan kepanikan.
5. Nomofobia
Nomophobia adalah suatu sindrom ketakutan jika tidak mempunyai telepon genggam (atau akses ke telepon genggam). Istilah ini pertama kali muncul dalam suatu penelitian tahun 2010 di Britania Raya oleh YouGov yang meneliti tentang kegelisahan yang dialami di antara 2.163 pengguna telepon genggam.
Studi tersebut menemukan bahwa 58% pria dan 47% wanita pengguna telepon genggam yang disurvei cenderung merasa tidak nyaman ketika mereka "kehilangan telepon genggam, kehabisan baterai atau pulsa, atau berada di luar jaringan", dan 9% selebihnya merasa stres ketika telepon genggam mereka mati.
Separuh di antara mereka mengatakan bahwa mereka gelisah karena tidak dapat berhubungan dengan teman atau keluarga mereka jika mereka tidak menggunakan telepon genggam mereka.
Lebih dari separuh orang yang terindikasi sebagai nomofobia tidak pernah mematikan telepon genggam mereka.
6. Ablutofobia
Ablutofobia (abluto berasal dari Bahasa Latin yang berarti "mandi") adalah ketakutan yang terus menerus dan tak bisa dikendalikan atas aktivitas mandi, mencuci muka, atau membersihkan tubuh. Fobia ini spesifik situasional. Ablutofobia sering terjadi pada anak kecil dan wanita. Hanya saja, ketakutan ini biasanya perlahan menghilang pada anak kecil begitu mereka belajar bahwa mandi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.
7. Philophobia
Philophobia berasal dari bahasa Yunani "Philo" yang berarti cinta dan "phobia" yang berarti takut. Philophobia adalah satu penyakit mental dalam diri seseorang yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai. Pengidap penyakit ini biasanya pernah melalui diri sendiri atau pengalaman orang lain hal-hal yang tidak menyenangkan dalam percintaan.
Kesannya, pengidap Philophobia akan merasa takut, gelisah dan menunjukkan permusuhan, kebencian, diskriminasi dan berprasangka buruk terhadap apa saja yang berkaitan dengan cinta sama ada sesuatu objek, orang atau situasi.
Philaphobia terjadi disebabkan penderita pernah mengalami ketakutan, kekecewaan atau patah hati yang mendalam sehingga mengakibatkan perasaan malu, sakit, kecewa, sedih yang teramat sangat dimana semuanya terrekam ke dalam alam bawah sadar.
8. Neophobia
Kebanyakan orang semangat untuk mencoba hal baru. Namun, bagi penderita neophobia ini, mereka akan merasakan ketakutan yang besar jika diberi tahu sesuatu hal baru.
Umumnya, mereka juga akan histeris sendiri jika memiliki ide baru. Dalam gerakan perubahan, belakangan ini juga dikenal istilah neophobia yang berarti takut terhadap pembaruan, perubahan atau transformasi.
Dulu kelompok ini biasa disebut sebagai kelompok yang resistance to change. Tetapi belakangan di antara kelompok yang resistan itu ditemui penggerak-penggerak perlawanan yang dihantui rasa takut yang luar biasa.
Takut kehilangan kenikmatan yang sudah dimiliki, tak siap menghadapi hal-hal baru, tak diterima, tak dinilai pintar, tak dianggap heroik, takut ditinggalkan, dan sebagainya.
9. Ergophobia
Ergophobia adalah ketakutan terhadap pekerjaan. Bukan yang benci pekerjaan, tapi ketika Anda merasa takut saat harus bekerja sama dalam kelompok, memimpin kelompok atau berbicara di depan umum. Kesimpulannya, Anda takut terhadap pekerjaan.
10. Haphephobia
Berbagai macam rasa ketakutan yang aneh dan tidak masuk akal ada di dunia ini, salah satunya adalah hapephobia. Fobia aneh ini jenisnya langka karena membuat seseorang takut disentuh oleh orang lain. Orang yang menderita hapephobia akan merasa takut terus-menerus pada sentuhan seseorang.
Haphephobia adalah rasa takut dan kecemasan yang dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang, yang dipicu oleh sentuhan. Penderita biasanya akan terlihat cemas, tidak nyaman, berkeringat, bahkan panik hebat jika dia disentuh oleh orang lain. (wkp/listvs/es)











