Ratusan Nelayan Tolak Kapal Keruk

Pantai Cermin, (Analisa). Massa nelayan dari Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai kembali mendatangi Kantor Unit Pe­nyelenggara Pelabuhan Klas III Pantai Cermin, Kamis (7/9) terkait pengerukan pasir di wilayah kecamatan tersebut.

“Kami telah berulang kali mela­por­kan beroperasinya kapal pengeruk pasir di perairan Pantai Cermin. Karena pulu­han nelayan yang menggunakan alat tangkap jenis jaring kepiting dan kun­tang ciput rusak oleh kapal keruk terse­but," teriak M Yamin salah seorang mas­sa nelayan dengan alat pelantang suara di depan kantor pelabuhan ter­sebut.

Dalam orasi yang diampaikan secara bergantian tersebut, massa menuntut menolak pengerukan pasir di wilayah tangkap nelayan tradisional dan me­nolak pembatasan nelayan Pantai Cermin dan nelayan Pantai Labu, Deli­serdang karena laut merupakan milik bersama. Massa juga menuntut ganti rugi alat tangkap nelayan yang disedot kapal pengeruk pasir tersebut.

“Kami menuntut pembentukan Pos­ko Pengawasan dan kompensasi ganti kerugian serta dihentikannya surat perintah berlayar (SPB) bagi perusahaan pencuri pasir,” teriak massa yang di­sambut rekannya.

Anggota DPRD Sergai Meryanto alias Asom juga mengkritisi berope­rasinya kapal keruk karena merusak pesisir pantai. “Terjadi abrasi yang cu­kup merusak, banyak pohon di pinggiran pantai yang hilang dihantam abrasi. Se­hingga merugikan nelayan dan masya­rakat setempat,” ungkapnya.

Ratusan massa yang hadir datang dengan menggunakan sepeda motor dan mobil tersebut mulai pagi sekitar pukul 09.00 WIB, dikawal aparat Polsek Pan­tai Cermin, Satpol Perairan, Sat Lantas dan Sat Sabhara Polres Sergai.

Setelah puas menyampaikan orasi­nya, perwakilan massa diterima Kepala Unit Pelabuhan Pantai Cermin, Ali Syahbana di kantornya.

Dalam pertemuan itu, ia kembali berjanji akan melaporkannya ke Kantor Pelabuhan Belawan agar masalah ini segera diselesaikan. “Kita telah mela­por­kannya ke kantor Pelabuhan di Be­lawan.

Saya berjanji akan me­ngundang pi­hak perusahaan secepatny agar masalah ini dapat diselesaikan,” kata Ali Syahbana dihadapan perwakilan nela­yan dan Muspika Pantai Cermin.

Setelah mendengar pernyataan Ali Syahbana, perwakilan nelayan dan massa meninggalkan lokasi dan kembali pulang dengan tertib. (bah)

()

Baca Juga

Rekomendasi