Mari Mencintai Lingkungan!

Oleh: Juandi Manullang

Lingkungan menjadi bagian penting dalam proses kehidupan. Makhluk hidup di Bumi tak terlepas dari lingkungan yang terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tak bernyawa seperti tanah, uda­ra, air, iklim. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Baik lingkungan abiotik maupun biotik wajib kita jaga kelestariannya. Mari kita kembalikan semangat mencintai lingkungan dalam diri masing-masing. Menjaga lingkungan dan meles­tari­kannya agar proses kehidupan dapat berjalan dengan baik. Lingkungan yang terawat dan dijaga kelestariannya akan memberikan kehidupan yang aman, nyaman, tenang dan sehat. Tugas seluruh umat manusialah untuk menjaga lingkungan.

Sangat miris melihat kondisi lingkungan sekarang, di mana lingkungan di sekitar kita sudah banyak tercemar oleh tangan kita sendiri. Lihatlah, sungai-sungai banyak yang berbau, berwarna coklat dan hitam bahkan dipenuhi sampah. Semua itu ulah manusia itu sendiri, bukan ulah makhluk hidup lain.

Begitu juga hutan, banyak sekali yang dibakar dan ditebang secara liar oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Artinya, kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekarang ini sudah terkikis habis. Maka, semangat menjaga dan melestarikan hutan wajib kita gelorakan kembali terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Mencintai lingkungan

Cinta yang kita miliki bukan hanya untuk keluarga, sesama, teman maupun pacar, tetapi untuk lingkungan juga. Dengan mencintai lingkungan, maka kita dapat merasakan nikmatnya hidup, di mana dikelilingi lingkungan yang sejuk dan sehat. Saat beraktivitas pun semakin berse­mangat.

Nah, menggelorakan cinta terhadap lingkungan saatnya kita bagikan kepada anak-anak, karena anak-anaklah nantinya yang akan meneruskan pelestarian lingkungan sampai ke generasi berikutnya.

Orangtua dan masyarakat wajib menanamkan dan mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mencintai lingkungan. Langkah awal yang yang harus dilakukan adalah dengan mengajarkan kepada anak-anak apa itu lingkungan dan bagian dari lingkungan. Diperkenalkan terlebih dahulu bahwa lingkungan itu termasuk tanah, halaman rumah, bunga, air, pepohonan dan semua yang ada di sekitar kita. Diberikan pemahaman secara teoritis, baru mengajarkan prakteknya.

Setelah itu, orangtua dan masyarakat menun­juk­kan tindakan yang cinta terhadap lingkungan. Seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, merawat tanaman dan menyi­ram­nya, bergotong royong membersihkan got dan rumput liar serta hal lainnya. Hal-hal itu dipraktek­kan oleh orangtua dan masyarakat dalam kehidu­pan sehari-hari. Dengan demikian, anak akan menirunya dan turut serta mempraktekkannya.

Begitu juga di sekolah, sebagaimana pengala­man dan pengamatan kita bahwa sekolah tak jarang mengajak siswanya untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Biasanya menjelang libur panjang maupun ujian sekolah, para siswa diajak untuk membersihkan lingkungan sekolah. Ada yang memungut sampah dan membakarnya. Ada yang mencabut rumput dan menanam tanaman seperti bunga serta menyiramnya. Ada pula membersihkan ruangan kelas, bangku dan meja dari debu. Semua itu agar tercipta keindahan dan keasrian lingkungan sekolah. Proses belajar mengajar pun dapat berjalan dengan nyaman dan tenang. Siswa lebih berkonsentrasi dan semangat untuk belajar.

Kegiatan seperti itu sangat layak semakin ditaburkan kepada anak-anak dan diberi contoh agar diikuti oleh mereka. Tanpa ajaran yang baik, maka hal-hal buruk yang terlihat. Maka, mari mencintai lingkungan di sekitar kita. Jika bukan kita, siapa lagi?

Di tengah maraknya aksi pembakaran hutan yang begitu meluas, selain ada penindakan hukum, hal yang harus ditunjukkan adalah pembinaan terhadap manusianya. Salah satunya kepada generasi muda kita. Sudah cukup negeri ini dilanda lingkungan yang tercemar dan hutan yang habis terbakar.

Saatnya proses menyadarkan diri bahwa lingkungan begitu berarti dan bermanfaat. Mencintai lingkungan adalah suatu keharusan. Anak-anak sejak dini wajib diajarkan bagaimana mencintai lingkungan dan isinya.

Kita sebagai manusia yang merupakan makh­luk berakal berperan sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup di Bumi. Gunakan akal pikiran untuk menaburkan hal baik bagi lingkungan. Bukan membiarkan lingkungan dirusak seenaknya saja. Lingkungan yang bersih, sehat dan lestari akan memberikan manfaat lebih bagi makhluk hidup. Ingatlah bahwa Tuhan memberikan alam ini untuk dikuasai dan dimanfaatkan seperlunya. Bukan untuk kepen­tingan, kekayaan maupun uang, tetapi untuk kebaikan bersama.

Ayo kita kembalikan semangat menjaga kelestarian lingkungan khusus buat anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa. Ayo kita lawan perusakan lingkungan, pencemaran lingkungan, dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari!

* Oktober 2018

()

Baca Juga

Rekomendasi