TABRAKAN Nibiru adalah pertemuan Bumi dengan planet besar (baik berupa tabrakan maupun hampir menabrak) yang dipercaya akan terjadi pada awal abad ke-21. Penganut peristiwa ini menyebut objek yang mendekati Bumi itu sebagai Planet X atau Nibiru.
Ide ini pertama kali diusulkan oleh Nancy Lieder tahun 1995. Lieder menyatakan dapat menerima pesan dari makhluk ekstraterestrial dari sistem Zeta Reticuli.
Dia mengingatkan manusia bahwa benda tersebut akan melewati tata surya pada Mei 2003 (nantinya diubah menjadi 2010), menyebabkan pergeseran kutub bumi yang akan menghancurkan peradaban umat manusia.
Ramalan tabrakan ini menyebar di luar situs Lieder, dan dipercaya oleh grup-grup yang menghubungkan tabrakan Nibiru dengan ramalan kiamat 2012.
Meskipun nama "Nibiru" berasal dari karya Zecharia Sitchin mengenai astronot kuno, Sitchin sendiri membantah hubungan antara karyanya dengan bencana yang akan datang.
Usul bahwa objek sebesar planet akan menabrak bumi pada masa depan tidak didukung oleh bukti ilmiah dan dianggap sebagai berita palsu. Namun, ketakutan akan tabrakan Nibiru menyebabkan isu ini terus menyebar di khalayak ramai.
David Meade, numerolog, kembali meramalkan bahwa Planet Nibiru akan menabrak bumi pada 23 April mendatang. Seperti dilansir laman Metro. co.uk, Meade menjelaskan sebuah teori tentang posisi bulan, matahari, dan Jupiter yang akan sejajar di rasi bintang Virgo.
April, menurut dia, merupakan permulaan Perang Dunia III dan dimulainya Tujuh Tahun Kesengsaraan. "Kemudian akan muncul Antikristus dan penampakan Planet X," ujar Meade.
Prediksinya didasarkan pada analisis ayat dan petunjuk numerik dalam Alkitab. "Yesus hidup selama 33 tahun. Nama Elohim, yang merupakan nama Tuhan bagi orang Yahudi, disebutkan 33 kali dalam Alkitab, angka itu sangat penting secara numerologis," tandas Meade.
NASA berulang kali menolak ramalan tersebut dengan mengatakan bahwa Planet Nibiru yang diperkirakan akan menabrak bumi, tidak diketahui keberadaanya.
"Planet yang dimaksud Nibiru, tidak ada, jadi tidak akan ada benturan," jelas NASA pada 20 September lalu.
Sebelumnya dilaporkan, para ahli geologi memprediksi akan terjadi mega tsunami yang diklaim terjadi Agustus 2017 lalu. Kabar Planet Nibiru yang akan jatuh dan menghancurkan Bumi pada Oktober 2017, muncul di awal tahun ini Planet ini sebelumnya diprediksi akan hancur bumi pada 2015, 2012 dan 2003.
Namun awal 2017 lalu, Dalam video yang diunggah di Youtube tersebut tampak sebuah benda angkasa yang mirip bulan berwarna merah darah mulai mendekati Bumi. Banyak pihak mengklaim benda itu merupakan planet X atau planet Nibiru. Warna merah disebabkan pantulan cahaya dari matahari.
“Nibiru sudah ada di hadapan kita dan tidak tahu berapa lama lagi waktu yang tersisa. Kita harus segera bersiap menghadapi (kehancuran),” lapor narator seperti dikutip dari The Sun
Konspirasi tentang kiamat atau akhir dunia bukanlah kali pertama terjadi. Teori konspirasi yang paling dikenang publik adalah klaim ramalan suku Maya yang mengatakan dunia akan kiamat pada Desember 2012.
Kejadian tersebut sempat membuat banyak orang panik meski akhirnya tak terbukti.
Bahkan NASA dalam artikelnya Beyond 2012 menuliskan informasi mengenai Nibiru dan planet yang akan menabrak Bumi hanyalah hoax yang sengaja disebarkan di internet.
Namun tak lama setelah artikel tersebut dubuat, dengan tegas NASA, mengungkap bahwa mereka telah menemukan planet baru pada konstelasi sabuk kuiper, lebih lanjut menurut para ilmuwan planet yang diberi nama "planet sembilan" ini memiliki massa sekitar 10 kali lebih berat dari Bumi dan mengorbit 20 kali lebih jauh dari matahari dan Neptunus. (wkp/mtc/es)











