Jangan Tuntut Lulusan TK Bisa Membaca

Lhokseumawe, (Analisa). Lulusan sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) jangan dituntut memiliki kemampuan membaca dan berhitung. Sebab pendidikan anak-anak usia dini itu lebih diarahkan untuk belajar sambil bermain dengan tidak memaksakan untuk segera memiliki kemampuan membaca.

“Biarkan anak-anak berkembang dengan sendirinya, kita tidak boleh memeras mereka agar dapat membaca sebagaimana harapan wali murid yang menginginkan mereka cepat bisa baca,” ujar Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina Muara Batu, Aceh Utara, Juniar SPd, Sabtu (5/5).

Dikatakan, banyak di antara wali murid mengeluh karena setelah buah hatinya mengenyam pendidikan di TK selama dua tahun, tetapi belum bisa membaca saat mengikuti seleksi masuk pendidikan dasar. “Di TK, kami tidak boleh mengajarkan anak-anak membaca melainkan memperkenalkan angka dan huruf tanpa mengeja,” ujarnya.

Sebab itu, setiap orangtua dimbau agar ti­dak perlu khawatir karena anak belum bisa membaca dan tidak perlu memaksa harus kursus membaca yang dinilai dapat memaksakan anak berpikir keras. “Sekarang tengah waktu bagi mereka bermain, biarlah anak-anak kita berkembang, tidak boleh memaksa,” ujarnya.

Menurutnya, ada wali murid sempat me­ngeluh dan mempertanyakan mengapa lulusan TK Pembina Muara Batu, belum bisa membaca seperti tamatan TK lainnya. Pihaknya menyatakan bahwa belum waktunya bagi anak seusia sekolah TK diperas dan dipaksakan agar bisa membaca.

Belajar sambil bermain

“Di TK anak-anak bukan untuk bisa mem­baca melainkan untuk belajar sambil ber­main. Karenanya para wali murid jang­an minder bila anaknya belum bisa membaca, karena seiring perkembangannya me­reka pasti memiliki kemampuan menghitung dan membaca,” ujarnya.

Selain persoalan kurikulum, salah satu alasan tidak diajarkan membaca bagi anak-anak di lembaga pendidikan ini untuk meng­hindari agar anak tidak berpikir keras sejak dini karena dikhawatirkan berpenga­ruh saat sudah melanjutkan pendidikan ke sekolah jenjang berikutnya.

“Guru TK tidak berkewajiban mengajarkan membaca dan memberikan pekerja­an rumah (PR) kepada anak-anak, kalau itu ada, orangtua/wali murid boleh mendata­ngi sekolah mempertanyakan hal tersebut, karena di TK anak-anak hanya belajar dan bermain,”ujarnya. (kdn)

()

Baca Juga

Rekomendasi