Medan, (Analisa). Olahraga merupakan bahasa universal. Banyak hal yang dapat dilakukan, diwujudkan dan diaplikasikan melalui olahraga.
Seperti yang dilakukan pecinta olahraga kota Medan, Kevin Tanady. Sangkin cintanya terhadap olahraga (khususnya bulutangkis), ia mendirikan GOR AHS berlantai dua yang memiliki 18 court / karpet bulutangkis. Selain itu, di lantai bawah juga dijadikan sebagai tempat Dojo Karate (Shiroite Karate-Do) dan Dojang Taekwondo.
Ia mendirikan fasilitas olahraga yang terletak di Jalan Letda Sujono Medan Tembung tersebut, semata hanya karena rasa cinta terhadap olahraga, dan wujud pengabdian.
“Sejak remaja saya bermain bulutangkis di Jalan Gudang (Merak Jingga red). Karenanya terobsesi mendirikan GOR ini sebagai wujud cinta sekaligus pengabdian. Semoga fasilitas ini bermanfaat untuk pembentukan watak dan karakter generasi muda melalui olahraga. Mereka terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif, terkhusus bahaya narkoba.Dan GOR ini juga wujud pengabdian saya terhadap orang tua tercinta,” jelas Kevin di sela-sela peresmian GOR, Sabtu (15/9).
Peresmian GOR AHS berlangsung sederhana, ditandai pemotongan pita oleh orang tua (ayah) Kevin, Tan Kim Soen. Turut hadir pada acara peresmian, Ketua Umum PBSI Medan Heryson Edhi Suwidar, unsur Muspika, perwakilan Shiroite Karate-Do dan taekwondo serta undangan lainnya.
Kevin membenarkan, di tempatnya tersebut ia akan mendirikan klub bulutangkis, sebagai tempat pembinaan. Dan fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan atau disewa klub maupun perkumpulan bulutangkis sebagai tempat berlatih.
Dukung Pembinaan
Secara terpisah Ketua Umum PBSI Medan Heryson Edhi Suwidar menyambut gembira berdirinya GOR AHS.
Ia berhadap, keberadaan gedung olahraga ini dapat membantu pembinaan bulutangkis kota Medan dalam upaya melahirkan atlet-atlet potensial.
Hal senada dikemukakan Sempay Lambok Hutapea (Shiroite Karate Do) dan Pelatih Taekwondo Sabeum Ponco Sembiring.
Pihaknya berterimkasih kepada Kevin, karena dengan adanya GOR ini, semakin bertambah sarana untuk berlatih karate dan taekwondo. “Dengan bertambah tempat latihan, semakin besar pula harapan untuk lahirnya atlet berprestasi,” kata Lambok dan Ponco. (mp)










