Bandung, (Analisa). Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI), Jumat (15/2) resmi menggelar seleksi tahap pertama Timnas Indonesia Pelajar U-15, di Lapangan Pusdikif, Bandung.
Seleksi yang digelar selama tiga hari ini, diikuti 90 pemain hasil pemantauan Liga Sepakbola Pelajar U-14, Piala Menpora tahun 2018, mulai dari tingkat Kabupaten kota, Provinsi hingga seri Nasional di Bali.
Dari hasil seleksi nasional kali ini, akan diciutkan menjadi 25 pemain yang akan mengikuti tiga kali pemusatan latihan (training camp)di dua kota berikutnya, yakni Bali dan Jakarta. Kemudian para pemain akan kembali dikerucutkan menjadi 18 pemain yang nantinya akan diberangkatkan ke Portugal untuk berlaga di IBER CUP, 1-6 Juli 2019.
Manajer Timnas Indonesia Pelajar U-15, Ray Gustafson Manurung menjelaskan, seleksi ini digelar secara fair dan transparan serta memenuhi azas-azas profesionalitas. Tak hanya itu, dalam pelaksanaan seleksi ini, pengurus Timnas Indonesia Pelajar U-15 juga berkoordinasi dan meminta bantuan kepada tim Satgas Anti Mafia Bola.
“Pada dasarnya kita menggelar seleksi ini secara terbuka dan transparan agar tidak ada titip menitip pemain. Pastinya seleksi ini dilaksanakan secara professional dan kita serahkan semuanya kepada tim penyeleksi dilapangan,” kata Ray.
“Karena salah satu faktor yang membuat sepak bola di Indonesia tak pernah maju adalah KKN (korupi, kolusi, dan nepotisme). Pada seleksi Timnas Pelajar U-15 kali ini diharamkan orangtua yang menitip anaknya agar lolos jadi pemain timnas,” tambahnya.
Apresiasi
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BLiSPI, Subagja Suihan mengapresiasi pelaksanaan Timnas Pelajar U15 yang fair dan transparan.
Proses seleksi Timnas Pelajar U15 dipercayakan kepada Tim Penyeleksi yang diisi oleh legenda-legenda sepakbola Indonesia, seperti Firman Utina, Rochy Putiray, M Ridwan, dan Kas Hartadi. Seleksi tahap pertama ini akan berakhir pada Minggu, 17 Februari mendatang. (rm)










