Tiga Makanan Pokok Pengganti Nasi

tiga-makanan-pokok-pengganti-nasi

MAKANAN Pokok (Staple Foods) adalah makanan utama yang dikon­sumsi manusia dalam kehidupan se­hari-hari. Makanan Pokok memberi­kan gizi atau nutrisi dasar agar dapat mem­pertahankan hidup sesuai dengan iklim dan lingkungannya. Namun, Makanan Pokok tidak menyediakan se­mua gizi atau nutrisi yang dibutuh­kan tubuh manusia. Untuk memenuhi keseluruhan kebutuhan gizi pada tubuh manusia, kita memerlukan makanan pelengkap lainnya agar dapat hidup sehat dan mencegah terjadinya keku­rangan gizi.

Makanan pokok berbeda-beda pa­da setiap wilayah atau kawasan di mu­ka bumi ini tergantung pada bu­daya, iklim dan keadaan tempat pada wilayah atau kawasan yang bersang­ku­tan. Namun makanan yang dija­di­kan makanan pokok adalah maka­nan yang relatif murah dan dapat disimpan dalam waktu yang lama atau tidak mu­dah rusak. Berikut beberapa jenis ma­kanan pokok paling banyak dikon­sumsi penduduk di muka bumi ini :

1. Jagung di Meksiko

Meksiko kaya hasil panen jagung. Bahkan negara ini memiliki sekitar 209 varietas jagung. Sehingga jagung menjadi makanan pokok negara ini. Se­kitar 3,2 juta petani Meksiko mena­nam jagung dan sebagian besar meng­gunakannya untuk konsumsi ke­luar­ga. Jenis jagung putih tercatat paling banyak dikonsumsi manusia.

2. Isy di Mesir

Makanan pokok Negara Mesir ada­lah Isy, yakni semacam roti terbuat dari gandum dengan tekstur lebih pa­dat dan serat yang sangat terasa. Isy yang bentuknya seperti bakpao dima­sak dengan cara dipanggang. Sebagai ma­kanan pokok, isy biasanya dima­kan bersama semacam perkedel, sak­suka (seperti acar dari olahan telur, to­mat dan bawang) dan siraman kuah kacang.

Selain itu juga disantap bersama ayam panggang, daging kambing, atau ikan. Cara makan Isy adalah di­­­ce­­lupkan dalam saus lalu dimakan ber­gantian dengan lauk. Isy biasanya dimakan menggunakan tangan lang­sung tanpa sendok dan garpu.

3. Lobak Putih di Jepang

Pada saat Perang Dunia II, sulit bagi masyarakat Jepang di beberapa wilayah untuk mendapatkan beras. Akhirnya mereka mengonsumsi lobak sebagai pendamping lauk-pauk.

Parut lobak putih, lalu kukus sam­pai teksturnya lembut. Budaya makan lobak sebagai pengganti nasi atau mie su­dah ada sejak lama dalam masya­rakat Jepang.

Lobak ternyata disenangi masya­ra­kat modern juga selain karena jika di­olah dengan baik rasanya lezat, me­ng­onsumsi lobak putih juga sangat baik bagi kesehatan.

Selain serat, lo­bak membantu mengatasi masalah pen­cernaan dan mengandung Indeks Glikemik ren­dah. (bms/hstc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi