“Field Trip Educational 2019”

Dorong Mahasiswa UHN Peduli Lingkungan

dorong-mahasiswa-uhn-peduli-lingkungan

SEBAGAI komunitas intelektual yang diproyeksikan sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas HKBP Nom­mensen (UHN) Medan didorong untuk jadi generasi peduli lingkungan.

Hal itu menguat dalam Field Trip Educational 2019 yang diselenggerakan oleh mahasiswa Prodi Agribisnis Fa­kultas Pertanian FP UHN Medan 2019 di Desa Doulu Kecamatan Berastagi Kabupaten Tanah Karo, baru-baru ini.

Humas UHN Medan Jonson Raja­guk­guk di Kampus, Sabtu, (18/5) men­jelaskan, field trip ini tentu memberikan pemahaman kepada mahasiswa menge­nai kegiatan usaha tani yang dilakukan petani, merupakan salah satu proses pembelajaran yang dapat menambah pe­ngetahuan,

Dosen pembimbing Dr Ir Hotden Nainggolan, MSi mengatakan kegiatan ini mengambil tema “Pengamatan dan Penggalian Informasi Usahatani dengan Cerdas” yang diikuti sebanyak 64 maha­siswa yang sedang mengambil mata kuliah “Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian” .

Ditambahkan lagi di lahan pertanian produktif dengan hamparan yang sangat luas yang umumnya ditanami tanaman hortikultura, mahasiswa berkesempatan mengamati dan berinteraksi dengan pe­tani, tentang bagaimana cara mereka mengoptimalkan kesuburan lahan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Ke­sadaran petani dalam menyelaraskan pengembangan usaha tani dengan ling­kungan sekitar, juga merupakan salah satu objek pengamatan yang dila­kukan mahasiswa dalam kegiatan Field Trip Educational 2019 di lembah Gunung Sibayak ini.

Kepala Desa Doulu,  Amos Ginting mengungkapkan luas lahan produktif di wilayahnya berkisar 200 ha dan umum­nya ditanami tanaman sayur-sa­yuran yang memiliki berbagai kele­bihan.

Menurutnya, hasil panen hortikultura mereka memiliki karakter istimewa. “Tidak cepat rusak bila disimpan dalam lemari pendingin, misalnya; sayuran. Jika dari daerah lain kesegarannya hanya bisa bertahan 2-3 hari, namun sayuran yang dihasilkan petani kita bisa bertahan hingga seminggu dan tetap masih se­gar”, ujarnya.

Tidak hanya belajar dari kegiatan usaha tani masyarakat, mahasiswa juga turut mengamati kondisi lingkungan. Pertanian berkelanjutan (sustainable farming) turut menjadi perhatian ma­hasiswa.

Mahasiswa juga menyerahkan se­jum­lah bibit tanaman buah-buahan. Penyerahan bibit pohon produktif ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, yang secara simbolis dise­rahkan oleh dosen senior FP UHN  Dr Ir Erika Pardede App.Sc kepada Kepala Desa Doulu, Amos Ginting.

Kegiatan dilanjutkan dengan pena­naman pohon produktif secara simbolis, berupa pohon mangga di pintu masuk ke Desa Doulu oleh  Dr  Hotden bersama dengan dosen lainnya, di antaranya Ir.Toga Siahaan, MSi serta mahasiswa dan warga setempat.

Atas kegiatan ini, Amos Ginting mem­berikan apresiasi luar biasa dan berharap kelanjutan hubungan dalam bentuk ker­jasama lainnya antar kedua belah pihak. “ Sering-seringlah ket em­pat ini, se­bab anda dapat menikmati potensi pariwisata berupa pemandian alam air panas Lau Debuk-debuk dan daerah ini sangat strategis, dekat dengan kawasan wisata alam Berastagi dan wi­sa­ta alam hutan konservasi, Taman Hu­tan Raya (Ta­hu­ra),” ujarnya. (rel/rizal r surya)

()

Baca Juga

Rekomendasi