Kecil Itu Lucu dan Menggemaskan

kecil-itu-lucu-dan-menggemaskan

PADA saat melihat hamster makan kuaci atau bayi yang sedang tertawa, seagian besar orang kerap terbesit dalam hatinya kalau hal itu adalah sesuatu yang menggemaskan. Begitu juga de­ngan hewan-hewan kecil lain yang berbulu dan memiliki mata besar.

Rasanya ingin memegang dan meme­luknya. Sebenarnya, penyebab seseorang itu sering berpikir bahwa sesuatu yang kecil dan mungil itu menggemaskan oleh para ahli menjelaskan bahwa itu dikarenakan banyak hal kecil di dunia ini yang menggunakan “skema bayi”.

 Dilansir dari Popular Science, tokoh protagonis dalam suatu cerita banyak yang digambarkan sebagai hewan kecil de­ngan kepala dan mata yang besar. Fitur-fitur seperti itu biasa di­sebut sebagai skema bayi.

Istilah “skema bayi” sendiri muncul pertama kali dalam makalah seorang ahli etologi Austria bernama Konrad Lorenz pada 1943. Skema bayi menunjukkan karakter bayi yang tidak berdaya sehingga membuat manusia secara alami ingin merawat mereka.

Adapun perwujudan dari skema bayi berasal dari bayi manusia. Karena bayi tidak berdaya, manusia secara alami ingin mera­watnya. Itu adalah reaksi alami yang membuat spesies manusia bertahan hidup. Sementara, skema bayi ini biasa ditemukan pada hal-hal yang lain.

Ada banyak keadaan di du­nia ini yang memiliki skema bayi, seperti anak anjing, anak kucing dan hewan-hewan kecil lainnya

Menurut Adrian David Cheok, direktur Imagineering Institute di Malaysia manusia bukanlah robot atau komputer. Cheok pun mempelajari arti “kawaii” yang lazim disebutkan oleh masyarakat Jepang untuk menunjukkan sesuatu yang menggemaskan.

 Ternyata, tidak hanya bayi saja yang terlihat lucu dan menggemaskan, namun juga anak kucing dan anak anjing. Itu karena mereka memiliki fitur yang mirip dengan bayi manusia atau bisa dikatakan selaras de­ngan istilah skema bayi tersebut.

Penelitian menunjukkan, semakin kecil atau semakin “bayi” sesuatu, manusia akan semakin ingin melindunginya

Cenderung

Saat melihat gambar bayi hewan, manusia akan cenderung untuk tersenyum. Hal ini jugalah yang memicu nucleus accumbens, wilayah otak yang terlibat saat mengantisipasi hadiah.

Dilansir dari Study Herald, menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Hiroshima University melihat gambar bayi atau hewan akan membantu berkonsentrasi dan melakukan tugas lebih baik.

Gambar benda mati yang memiliki skema bayi pun menarik perhatian manusia.

Menurut sebuah penelitian yang diterbit­kan pada jurnal Research Gate beberapa waktu lalu, skema bayi pun bisa diaplikasikan pada benda mati. Para peneliti mencoba mengubah gambar mobil dengan skema bayi, seperti membuat lampu menjadi besar dan kisi kecil untuk menunjukkan mata besar dan hidung yang kecil pada bayi.

Hasilnya, para mahasiswa tersenyum lebih banyak pada foto mobil dengan skema bayi, dibandingkan dengan yang tidak diubah sama sekali.

Selain skema bayi, benda-benda kecil dianggap menggemaskan karena dibuat dengan kecerdasan.

Menurut Joshua Paul Dale, seorang staf pengajar di Tokyo Gakugei University, benda-benda kecil dianggap lucu karena dibuat dengan pintar. Itu karena benda-benda kecil dibuat dengan teliti dan kehati-hatian. Keadaan itu membuat orang senang dan ingin bermain. (abcn/idnc/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi