Panitia pelaksana pembangunan gedung, Drs H Syahruddin, MA dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan gedung kuliah bersama UIN-SU merupakan program di 2019 dengan menggunakan dana bantuan SBSN. Gedung penunjang perkuliahan ini didesain berlantai tiga dengan 29 ruangan kuliah, satu ruang dosen, satu lokasi parkir dan lobi, dua ruang sidang dan beberapa toilet. "Kita berharap pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga bisa mendukung proses perkuliahan mahasiswa," terangnya.
Ia menjelaskan, proyek pembangunan ini menggandeng PT Dwi Tunggal Bersama yang berkedudukan di Medan. Dengan keterangan masa kontrak pembangunan terhitung 31 Juli hingga 31 Desember 2019 atau selama 153 hari atau selama lima bulan masa pembangunan. Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter menggunakan dana sebesar Rp32 miliar.
Dalam proses pembangunan, ia menjelaskan akan ada gangguan lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan saat mobilisasi material diharapkan agar situasi tersebut dapat dimaklumi. Selain itu, untuk pengawasan pembangunan, akan digelar rapat antara panitia pembangunan dengan pihak pengembang. "Pembangunan ini akan menimbulkan gangguan lalu lintas di sekitar kampus ketika mobilisasi peralatan. Rapat akan digelar setiap Jumat untuk perkembangan," ujarnya.
Ia berharap pembangunan berjalan sesuai rancana dan pada awal 2020 bisa dipakai.
Acara dilanjutkan dengan pemancangan tiang pertama yang dipimpin rektor Prof Saidurrahman didampingi Kepala Biri AUPK, Dr H Tohar Bayoangin, MAg. (amad)











