Volvo (Getty Images)
Analisadaily.com, Jakarta - Virus corona COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO berdampak hampir ke semua sektor, salah satunya otomotif.
Penjualan di China selama kuartal ini mencapai 20.780 unit, turun 30,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terutama karena kinerja penjualan yang lebih rendah pada Januari dan Februari. Pada Maret, lalu lintas showroomdi wilayah tersebut mulai meningkat. Awal bulan ini Volvo Cars juga membuka kembali empat pabriknya di China setelah periode penutupan yang panjang karena penyebaran virus corona. Penjualan di AS pada periode Januari hingga Maret mencapai 19.485 mobil, turun 11,7 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Mayoritas negara bagian di AS sekarang telah meminta warganya tetap di rumah sehingga menyebabkan penurunan lalu lintas showroom pada bulan Maret yang mempengaruhi volume penjualan kuartal pertama. Di Eropa Volvo menjual 70.510 unit dalam tiga bulan pertama tahun ini, turun 18,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kinerja penjualan secara signifikan dipengaruhi pada bulan Maret karena pergerakan terbatas di beberapa pasar utama termasuk Jerman, Inggris, Prancis, Italia, dan Belgia antara lain. Selama tiga bulan pertama, XC60 merupakan yang terlaris dengan 36.930 unit (2019: 46.259 mobil), diikuti oleh XC40 dengan 34.268 (2019: 28.903 mobil) dan XC90 terjual 18.327 unit (2019: 22.073 mobil).(RZD)