Penyerahan bantuan alat kerja (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal menyalurkan bantuan alat kerja kepada 348 mustahik (orang yang berhak menerima zakat) di Banda Aceh dan Aceh Besar. Seremonial penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, di Kantor Baitul Mal Aceh.
Atas nama Pemerintah Aceh, Dyah berterima kasih kepada Baitul Mal yang telah membantu menyalurkan zakat tersebut kepada masyarakat yang bekerja di sektor industri rumah tangga. Apa yang dilakukan lembaga istimewa di Aceh tersebut, adalah bagian dari membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Aceh.
"Harapannya ibu bapak semua yang hari ini menjadi mustahik dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain, sehingga pada waktunya bapak/ibu semua bukan lagi menjadi mustahik tapi bisa menjadi pemberi zakat (muzakki) yang nanti bisa disalurkan ke orang lain lagi," kata Dyah, Jumat (28/8).
Baitul Mal, kata Dyah, jangan sebatas menyalurkan zakat. Jika bisa, harus membantu pengajaran manajemen usaha sehingga bantuan yang diberikan tidak sia-sia.
"Manajemennya juga dibantu. Bekerja sama lah dengan instansi pemerintah lain sehingga ada pihak yang ikut mensupport memberikan pendampingan usaha bagi para mustahik ini," harap Dyah.
Plt. Kepala Baitul Mal Aceh, Armiadi Musa menyebutkan, dalam tahun ini pihaknya menyalurkan sekitar Rp 70 miliar zakat dengan puluhan program kerja, di antaranya bantuan dana pembelian alat-alat kerja bagi masyarakat miskin.
Dalam program ini, Baitul Mal menganggarkan dana Rp 2,696 miliar. Di antara sektor yang dibantu adalah industri rumah tangga, perdagangan, pertukangan, perbengkelan, kelautan dan perikanan, peternakan dan pertanian.
"
Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu memberdayakan ekonomi mereka. Harapannya ke depan penyalurannya bisa lebih baik," kata Armiadi.
Para mustahik yang menerima bantuan, sebagiannya adalah pelaku industri rumah tangga. Dyah meminta agar mereka membantu pemerintah mengampanyekan Gerakan Bersama Memakai Masker atau Gebrak Masker.
Sebagai pihak yang banyak berhubungan langsung dengan ramai orang saat membuka usaha, Dyah meminta agar mereka ikut berperan dalam hal menasihati baik pelanggan maupun sanak famili untuk rutin memakai masker.
"Satu-satunya cara mencegah adalah memakai masker. Mencegah diri kita dan orang lain dari penularan Covid-19 ini," terang Dyah.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19. Sejak awal Maret, pihaknya langsung menginisiasi pembuatan tempat cuci tangan di depan kantor.
(MHD/RZD)