Penyerangan Gereja di Perancis, Tiga Orang Tewas

Penyerangan Gereja di Perancis, Tiga Orang Tewas
Kondisi di luar Gereja Notre Dame usai terjadi penyerangan (Reuters)

Analisadaily.com, Nice - Seorang lelaki melancarkan serangan dan membunuh tiga orang di Geraja Notre Dame, Nice, Perancis, Kamis (29/10).

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengatakan pihaknya sudah mengerahkan ribuan tentara untuk melindungi lokasi-lokasi penting seperti tempat ibadah dan sekolah.

Macron yang turun langsung melihat lokasi kejadian juga mengeluarkan peringatan keamanan ke level tertinggi.

"Perancis telah diserang atas nilai-nilai kami, untuk selera kami akan kebebasan, untuk kemampuan di tanah kami untuk memiliki kebebasan berkeyakinan," kata Macron, dilansir dari Strait Times, Jumat (30/10).

Sementara Kepala Anti Teror Perancis, Jean Francois Ricard, mengungkapkan tersangka merupakan seorang laki-laki asal Tunisia yang lahir tahun 1999.

Dia tiba di Eropa pada 20 September di Lampedusa, Italia, yang merupakan titik pendaratan utama bagi para migran dari Afrika.

Ricard mengatakan dalam konferensi pers di Nice bahwa tersangka memasuki Nice dengan kereta api pada Kamis pagi dan langsung menuju Gereja Notre Dame.

Di sana dia menikam seorang penjaga gereja berusia 55 tahun dan seorang perempuan berusia 60 tahun.

"Kemudian dia mengejar seorang perempuan lainnya berusia 44 tahun yang melarikan diri ke restoran terdekat. Korban juga meninggal beberapa menit kemudian," sambung Ricard.

Polisi yang mendapat kabar mengenai penyerangan itu langsung menuju lokasi kejadian dan melumpuhkan tersangka dengan tembakan.

"Pada penyerang kami menemukan kitab suci dan dua telepon, pisau. Kami juga menemukan tas yang ditinggalkan oleh penyerang. Di samping tas ini ada dua pisau yang tidak digunakan dalam penyerangan," ungkapnya.

"Saat ini tersangka sudah berada di rumah sakit dalam kondisi kritis," tukas Ricard.

(EAL)

Baca Juga

Rekomendasi