PLN Aceh Tidak Ingin Listrik Padam Saat Ramadan

PLN Aceh Tidak Ingin Listrik Padam Saat Ramadan
GM PLN UIW Aceh, Abdul Mukhlis (depan) (Analisadaily/Muhammad Saman)

Analisadaily.com, Banda Aceh - PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh menyatakan suplay arus listrik di Aceh aman saat bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

General Manager (GM) PT PLN UIW Aceh, Abdul Mukhlis, memastikan jaringan listrik di wilayah kerjanya terdistribusi dengan baik kepada pelanggan.

Abdul Muklis juga menjelaskan terkait adanya tudingan kesengajaan untuk memadamkan listrik pada saat masyarakat sedang menunaikan ibadah di bulan puasa.

"Kita sangat tidak ingin dan tidak berniat sedikitpun listrik itu padam saat masyarakat menjalankan ibadah puasa, baik pada saat masyarakat sedang berbuka puasa, tarawih dan makan sahur," kata Abdul Mukhlis saat melepas keberangkatan rombongan wartawan Media Gathering ke Kabupaten Aceh Tengah di Kantor PLN UIW kawasan Lampriet, Banda Aceh, Senin (5/4).

Menurutnya saat ini listrik Aceh mengalami surplus. Pada tahun 2020 daya listrik PLN di Aceh mencapai 641,7 MW. Sementara beban puncak hanya 523,4 MW sehingga listrik Aceh surplus 118,3 MW.

"Saat ini daya listrik Aceh lebih, surplus. Bagaimana mungkin, kita tahu pada saat bulan puasa itu pelanggan kita meningkat, tapi kita padamkan. Itu tidak mungkin, itu tidak kami inginkan. Jadi perlu diluruskan," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Abdul, ada beberapa faktor penyebab terjadinya gangguan listrik di Aceh, diantaranya kabel listrik tertimpa ranting pohon hingga layangan.

"Ada beberapa gangguan jaringan yang terjadi, salah satunya ranting-ranting pohon. Kemudian layangan, banyak masyarakat kita bermain layangan, anak-anak bermain layangan sehingga tersangkut pada jaringan. Kita juga berusaha keras mencari di mana gangguan tersebut, karena jaringan listrik di Aceh sangat luas," sebut Abdul.

"Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban. Oleh sebab itu kita mengimbau jangan bermain layangan di dekat jaringan listrik. Untuk ranting pohon juga coba kita bersihkan agar tidak menggangu jaringan," harapnya.

Selain itu, tambah Abdul, pihaknya juga mendukung program lingkungan dengan penanaman pohon.

"Kita juga konsen mendukung kelestarian lingkungan, reboisasi, selain itu kita juga beberapa waktu lalu melepaskan tukik, ini bentuk keseriusan PLN mendukung konservasi penyu," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk ketersediaan daya listrik Aceh sudah surplus, namun jangkauan jaringan yang begitu luas hampir seluruh pelosok gampong (desa) di Aceh membutuhkan kesiapan skill PLN dan bantuan dari Media untuk informasi.

"Silahkan lihat sendiri betapa sulitnya kita menyalurkan listrik sampai ke peloksok-pelosok Aceh, ini tidak mudah memang. Kami sadari, tapi ini sudah tugas kita, banyak yang lihat hasil akhir saja, tapi ini sudahtuga kami, sekaligus menjadi ibadah bagi kami untuk melayani masyarakat," pungkas Abdul Mukhlis.

(MHD/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi