Komisi IV DPR RI Apresiasi Klinik Ekspor di Balai Karantina Pertanian Medan

Komisi IV DPR RI Apresiasi Klinik Ekspor di Balai Karantina Pertanian Medan
Anggota Komisi IV DPR RI saat mengunjungi Balai Karantina Pertanian Medan (Analisadaily/Kali A Harahap)

Analisadaily.com, Beringin - Selain memiliki ruang konsultasi bagi para petani dan pelaku usaha agribisnis, Balai Karantina Pertanian Medan juga menyiapkan green smart house dan kebun tani khusus untuk komoditas ekspor.

Berbagai layanan tersebut mendapat apresiasi dari anggota Komisi IV DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di Sumatera Utara.

"Dengan perannya sebagai instrumen perdagangan pertanian di pasar dunia, Karantina Pertanian menjadi ujung tombak keberterimaan produk pertanian kita di negara tujuan ekspor. Dengan layanan ini tentu dapat langsung membantu masyarakat," kata Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI di Balai Karantina Pertanian Medan, Dusun Lestari Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (22/2).

Menurutnya komoditas pertanian tanah masih sangat baik digunakan untuk kebutuhan pangan masyarakat serta memenuhi permintaan pasar luar negeri.

"Hal ini perlu dilakukan kerjasama dan dukungan semua pihak agar dapat unggul," sebutnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Balai Karantina Pertanian Medan, Lenny Harahap, memaparkan kebun tani ekspor yang saat ini sedang digarap pihaknya.

"Dari data lalu lintas kami, saat ini talas beneng dan porang asal Sumatera Utara menunjukan tren peningkatan. Kami siapkan kebun kecil untuk menunjukan proses dan perlakuan yang baik agar terhindar dari hama dan dapat diterima di negara tujuan," kata Lenny.

Dari data lalu lintas komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Medan, tercatat adanya peningkatan nilai ekspor pertanian tahun 2021 sebesar 14,08%.

Ekspor sub sektor perkebunan, hortikultura, tanaman pangan, peternakan dan kehutanan tahun 2021 mencapai Rp 3,867 triliun. Sedangkan capaian tahun 2020 sebesar Rp 3,323 triliun.

Sementara Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian, Bambang, menyebutkan bahwa upaya peningkatan ekspor dilakukan secara simultan, baik di on-farm dan off-farm.

"Secara khusus, karena Barantan berada di ujung proses, Bapak Menteri Pertanian menugaskan kami untuk mengawal program strategis ini," jelas Bambang.

Dia dan jajarannya fokus pada penguatan sistem perkarantinaan dengan langkah operasional pada ekspor berupa pendampingan untuk pemenuhan persyaratan teknis pelaku usaha, percepatan layanan sertifikasi, penguatan sinergisitas dengan entittas terkait, harmonisasi protokol dan aturan ekspor dengan negara tujuan serta kampanye publik.

"Tentunya dengan kinerja ekspor yang terus menunjukkan tren yang positif, masyarakat dapat turut menjaga keberlanjutan pertanian dengan melaporkan saat melalulintaskan agar makin mendunia," pungkas Bambang.

(KAH/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi