Bupati Dairi Disarankan Gelar Acara Khusus Dengan Casis SMA Unggulan dan Cama

Bupati Dairi Disarankan Gelar Acara Khusus Dengan Casis SMA Unggulan dan Cama
Anggota Komisi 3 DPRD Dairi, Henra J Sinaga (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Bupati Kabupaten Dairi Vicner Sinaga disarankan menggelar acara khusus kepada calon siswa (casis) SMA Unggulan yang saat ini duduk di bangku SMP.

Hal itu dipandang perlu sebagai apresiasi pemerintah kepada generasi muda yang telah mengharumkan daerah. Ini adalah sebuah kerinduan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan anggota Komisi 3 DPRD Dairi, Henra J Sinaga kepada wartawan di Sidikalang, Minggu (3/5).

Menurutnya, langkah serupa juga perlu direalisasi kepada ca lon mahasiswa (cama) berhasil memperoleh kursi di perguruan tinggi negeri (PTN).

Diterima di PTN jalur tanpa tes atau tes merupakan suatu kebanggakan. Sebab levelnya lolos seleksi nasiona. Itu menambah reputasi daerah.

“Momen jelang Hardiknas 2026, sejumah pelajar telah menorehkan prestasi. 5 siswa lolos di SMA Taruna Nusantara, sekitar 12 nama di SMA Unggul Del dan 100 lebih sudah punya tiket ke PTN jalur SNBP. Nanti, jalur SNBT tambah ratusan orang,” kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Ini bukan soal anak siapa. Mereka adalah putra Dairi. Jadi, Bupati perlu memberi apresiasi konkret dengan cara mengumpulkan dan membuat agenda spesial.

“Motivasi dan temu ramah dengan top manajemen akan menjadi kenangan istimewa bagi pelajar dan orang tua. Keluarga pasti terhormat bila bertatap muka langsung dengan Bupati,” kata Henra.

Tahun ini penuh prestasi pendidikan, kata Henra. Contoh, 20 siswa SMAN 1 Sidikalang dinyatakan menang jalur SNBP ke UGM. 3 siswa SMK HKBP dan 1 siswa SMKN 1 Sidikalang telah memperoleh kursi di jurusan Telekomunikasi Politeknik Negeri Medan (Polmed).

Bukankah itu lompatan fantastis? Bayangkan, kuliah belum dibuka, 4 orang atau 10 persen kursi sudah milik anak Dairi.

“SMAN 1 Sidikalang berpacu ketat dengan SMAN 2 Sidikalang, SMA St Petrus Sidikalang dan SMAN 1 Sumbul. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Masuk ke SMAN 2 Sidikalang, si anak sudah bangga lantaran sekolah bisa menghantar si buah hati ke kampus favorit,” kata Henra.

Andai Bupati bersedia memberangkatkan, kata Henra, fanatisme atau kecintaan terhadap kampung halaman akan tumbuh.

Realitas selama ini, ketika ratusan siswa masuk PTN, mereka berangkat masing-masing. Dan, setelah sukses, mereka hanya berhutang besar kepada orang tua. Nah, ini yang perlu dirubah.

Henra menyinggung soal penempatan kepala sekolah (kasek). Agar kualitas pendidikan meningkat dan merata, pengangkatan kasek harus disertai target.

“Sebelum diangkat jadi kasek, mesti diperjelas apa capaian. Semisal, berapapa orang bisa masuk sekolah unggulan. Mengapa? Ini penting agar masing-masing punya parameter keberhasilan. Proyeksi itu penting diumumkan agar rakyat turut mengontrol. Kasek bukan sekedar urusan naik kelas atau produksi ijajah dan kenaikan pangkat guru. Karakter anak-anak harus membaik. Kasek mesti punya inovasi,” kata Henra.

Selanjutnya, guru dan kasek berprestasi, wajib mendapat promosi. Mutasi jangan menimbulkan kesan like or dislike apalagi menyiksa.

Sesungguhnya, anak-anak cerdas juga banyak di luar Sidikalang. Potensi mereka bisa digali bila kasek dan guru maksimal bekerja. Terbukti, tahun ini, Putri Sitorus siswa SMPN 1 Parongil menang di Del.

Dan tahun 2025, Andrea Simamora dari pelosok desa di Kecamatan Pegagan Hilir lolos menyisihkan ribuan kontestan di Del.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi