Enam Tahun Bergantung pada Cuci Darah, Ida Roselli: Program JKN Benar-benar Penyelamat

Enam Tahun Bergantung pada Cuci Darah, Ida Roselli: Program JKN Benar-benar Penyelamat
Enam Tahun Bergantung pada Cuci Darah, Ida Roselli: Program JKN Benar-benar Penyelamat (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Karo – Komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan kian dirasakan nyata oleh masyarakat. Salah satunya oleh Ida Roselli Br Munthe, seorang ibu tiga anak yang telah rutin menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) sejak tahun 2020.

Ditemui saat menjalani jadwal rutinnya di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, Ida berbagi kisah perjuangannya melawan gagal ginjal selama enam tahun terakhir. Baginya, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar kartu asuransi, melainkan sandaran hidup.

“Kalau dihitung-hitung, biaya sekali cuci darah saja mencapai jutaan rupiah. Saya sudah menjalani ini sejak 2020, belum lagi kalau harus rawat inap. Biaya iuran Rp35 ribu per bulan bagi saya sangat tidak sebanding dengan besarnya biaya yang telah ditanggung BPJS Kesehatan untuk pengobatan saya,” ungkap Ida dengan nada syukur, Senin (4/5/2026).

Kondisi kesehatan Ida bermula dari penyakit hipertensi yang dideritanya. Konsumsi obat dalam jangka panjang perlahan memengaruhi fungsi ginjalnya hingga ia didiagnosis mengalami gagal ginjal.

Sempat terbesit kekhawatiran besar di benaknya, bukan hanya soal fisik, tapi juga beban finansial yang membayangi keluarganya.

Namun, kekhawatiran itu sirna seiring berjalannya waktu. Ida yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen mandiri kelas tiga ini mengaku tidak pernah mendapatkan perlakuan diskriminatif selama berobat.

Pengalaman pengobatan Ida dimulai di RS Elisabeth Medan selama 2,5 tahun sebelum akhirnya fasilitas hemodialisa tersedia di Kabupaten Karo. Ia menekankan betapa mudahnya akses administrasi saat ini.

“Dulu di Medan sampai sekarang di Karo, layanannya tetap kooperatif. Tidak ada perbedaan antara pasien umum dan JKN. Cukup tunjukkan KTP, semua urusan beres dan tidak ribet,” tambahnya.

Kini, dengan adanya fasilitas cuci darah yang lebih dekat dari rumahnya di Kabupaten Karo, Ida merasa sangat terbantu secara mobilitas maupun waktu.

Ia berharap Program JKN terus berlanjut dan semakin meningkatkan kualitasnya untuk menolong masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan berkelanjutan.

(DIK/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi