Kanit PPA Polres Sergai, Ipda Januarman (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai – Maraknya kasus kenakalan remaja, aksi perundungan (bullying), hingga kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur memicu perhatian serius dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serdang Bedagai (Sergai).
Minimnya edukasi dan sosialisasi di lingkungan sekolah disinyalir menjadi celah utama yang membuat para pelajar rentan terjerat, baik sebagai pelaku maupun korban tindak pidana.
Kanit PPA Polres Sergai, Ipda Januarman Siahaan, S.H., M.H., menegaskan bahwa edukasi mengenai perlindungan anak harus digenjot secara masif dan berkelanjutan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
"Melalui sosialisasi yang rutin, diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga diri, menghindari perilaku menyimpang, serta berani melapor jika menjadi korban atau melihat adanya tindak kekerasan," ujar Ipda Januarman saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Selasa (7/7).
Kenapa Edukasi Sejak Dini Itu Krusial?
Menurut Ipda Januarman, pemahaman yang matang sejak dini menjadi perisai utama bagi pelajar. Ada beberapa poin penting yang harus dipahami oleh anak di sekolah:
- Mengenali Hak-Hak Pelajar: Mengetahui batasan dan hak mereka di lingkungan sosial.
- Deteksi Dini Kekerasan: Mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.
- Metode Proteksi Diri: Memahami langkah konkret untuk melindungi keselamatan pribadi.
Sinergi Lintas Sektor sebagai Kunci Utama
Saat ini, Unit PPA Polres Sergai masih terus menangani berbagai kasus pelik, termasuk kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Menghadapi realita kelam ini, Ipda Januarman menekankan bahwa pihak kepolisian tidak bisa berjalan sendiri.
Perlu adanya komitmen kuat dan sinergi yang melibatkan 4 pilar utama:
- Dunia Pendidikan (Sekolah) sebagai wadah edukasi formal.
- Orang Tua (Keluarga) sebagai benteng pertahanan pertama anak.
- Aparat Penegak Hukum selaku penindak dan pengayom.
- Pemerintah Daerah & Masyarakat sebagai penyedia lingkungan yang aman.
Dengan digelarnya sosialisasi secara rutin di seluruh wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, diharapkan angka kenakalan remaja dan kekerasan terhadap anak dapat ditekan drastis, sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut.
(BAH/RZD)