Pameran Sumatera Coffee Journey dalam rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall Medan yang digelar 15-26 Juli 2026. (Analisadaily/Irin Juwita)
Analisadaily.com, Medan - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara menjadikan industri kopi sebagai pembuka rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026. Melalui penyelenggaraan Kompetisi Kopi Sumatera, BI ingin mendorong kopi Sumatera tidak hanya dikenal sebagai komoditas unggulan, tetapi juga memiliki nilai tambah yang mampu menembus pasar global.
Didit mengatakan, dipilihnya komunitas kopi sebagai pembuka KKSU 2026 bukan tanpa alasan. Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat Sumatera, kopi juga merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan yang telah dikenal di pasar dunia dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Menurutnya, penyelenggaraan Kompetisi Kopi Sumatera menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing industri kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Pengembangan tidak hanya difokuskan pada budidaya, tetapi juga mencakup penanganan pascapanen, proses roasting, penyajian, hingga penguatan branding dan pemasaran.
Ia menjelaskan, kompetisi tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Cup Tasters, Manual Brew, Barista, Latte Art, Coffee Blend, dan Roasting. Ajang itu diharapkan menjadi ruang pembelajaran, pertukaran pengalaman, peningkatan kompetensi, inovasi, serta standarisasi kualitas bagi para pelaku industri kopi dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
"Kami ingin Kopi Sumatera tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan UMKM dan seluruh pelaku industri kopi," ujarnya.
Didit menambahkan, KKSU 2026 mengusung tema "Dari Lokal ke Global, Naik Kelas Tembus Batas" sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem UMKM yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui lima misi utama, yakni memperkuat daya saing UMKM, membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, memperluas akses pasar dan pembiayaan, mendorong digitalisasi dan adopsi teknologi, serta mengangkat identitas dan kearifan lokal Sumatera Utara agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selama penyelenggaraan KKSU 2026, berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari forum diskusi, seminar, workshop, pameran produk UMKM, business matching, edukasi, literasi, hingga berbagai kompetisi yang melibatkan pelaku usaha kreatif.
Didit menilai pengembangan industri kopi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara komunitas kopi, pelaku usaha, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan agar kopi Sumatera mampu memperluas pasar.
Ia optimistis kehadiran peserta dari berbagai provinsi di Sumatera, bahkan dari mancanegara, tidak hanya menghasilkan juara kompetisi, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis, pertukaran pengetahuan, hingga perluasan jaringan perdagangan.
Melalui kolaborasi tersebut, Bank Indonesia berharap permintaan terhadap Kopi Sumatera terus meningkat, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi UMKM sekaligus memperkuat posisi Sumatera sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. (WITA)











