ASEZ Bersihkan Jalan di Medan, Kumpulkan 300 Kg Sampah dan Gaungkan Nol Plastik 2040

ASEZ Bersihkan Jalan di Medan, Kumpulkan 300 Kg Sampah dan Gaungkan Nol Plastik 2040
ASEZ Bersihkan Jalan di Medan, Kumpulkan 300 Kg Sampah dan Gaungkan Nol Plastik 2040 (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas negara. Pesan itu ditunjukkan puluhan mahasiswa anggota organisasi sukarelawan internasional ASEZ yang bergotong royong membersihkan lingkungan di Kota Medan sekaligus mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik.

Tim Kerja Bakti Mahasiswa dari Gereja Tuhan Asosiasi Misi Dunia tersebut menggelar aksi pembersihan di sepanjang Jalan Perpustakaan dan Jalan Sriwijaya, Medan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang melibatkan 20 relawan itu berhasil mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah.
Beragam sampah rumah tangga ditemukan di sepanjang jalan, mulai dari gelas dan sedotan plastik, kemasan makanan, kaleng minuman hingga kertas bekas.
Kegiatan semakin menarik perhatian karena turut diikuti anggota ASEZ dari Korea Selatan. Kehadiran relawan lintas negara tersebut menjadi simbol solidaritas anak muda dalam menjaga bumi dan membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kantor Kecamatan Medan Petisah turut mendukung aksi tersebut dengan menyediakan perlengkapan kebersihan. Camat Medan Petisah, Syamsul Alam Nasution, S.STP, M.AP, juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi dan menyapa para relawan.
“ASEZ! Tetap semangat, tetap berbuat kebaikan untuk menjaga alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Aksi bersih-bersih itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ASEZ dalam mengampanyekan kepedulian lingkungan, khususnya terhadap persoalan pencemaran plastik.
Sehari sebelumnya, Senin (10/8/2026), ASEZ juga menggelar seminar bertajuk “Nol Plastik 2040” di Universitas Prima Indonesia. Seminar diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.
Kampanye “Nol Plastik 2040” merupakan gerakan ASEZ yang mendorong masyarakat mengambil langkah nyata untuk mengakhiri pencemaran plastik. Gerakan tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pembersihan sungai dan pantai, kampanye daur ulang, penggunaan kembali barang, diversifikasi material, serta penguatan sirkulasi sumber daya plastik.
Seminar diawali penampilan grup vokal ASEZ yang membawakan lagu lingkungan berjudul Right Now, Right Here. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai ancaman pencemaran plastik dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengatasinya.
Salah seorang anggota ASEZ mengaku semakin terdorong untuk ikut menjaga lingkungan setelah mengikuti seminar tersebut.
“Materi yang disampaikan membuka wawasan saya bahwa masalah sampah plastik adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Kampanye tersebut kemudian diperkenalkan kepada para peserta sebagai gerakan yang tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Medan, tetapi juga Indonesia dan masyarakat dunia.
Dukungan terhadap gerakan itu datang dari civitas akademika Universitas Prima Indonesia. Wakil Dekan III Bagian Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Fenny Krisna Marpaung, S.E., M.Si., bersama Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Fajar Rezeki Ananda Lubis, S.E., M.S.M., menyatakan dukungan terhadap kampanye “Nol Plastik 2040”.
Keduanya juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada ASEZ sebagai bentuk apresiasi atas berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang telah dilakukan organisasi tersebut.
Fenny mengatakan, kegiatan ASEZ memiliki nilai sosial yang positif karena mendorong anak muda untuk tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga mengambil tindakan nyata.
“Seluruh relawan ASEZ tetap semangat dalam memberikan yang terbaik. Program-program yang diberikan ASEZ bertujuan mulia dan positif bagi nilai-nilai sosial,” ujarnya.
Sementara itu, anggota ASEZ Ester Jupiontk Pakpahan, 26, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga lingkungan.
“Ke depannya, saya akan berkontribusi dalam menjaga lingkungan, memiliki rasa tanggung jawab bersama dan menerapkan gaya hidup bebas plastik,” katanya.
ASEZ merupakan organisasi sukarelawan internasional yang beranggotakan mahasiswa Gereja Tuhan dari berbagai negara. Nama ASEZ merupakan singkatan dari Save the Earth from A to Z, yang bermakna menyelamatkan bumi dari A sampai Z.
Organisasi ini menjalankan berbagai kegiatan sosial di berbagai negara, antara lain pencegahan kejahatan, penanggulangan perubahan iklim, pengabdian masyarakat dan pemulihan bencana.
ASEZ juga membangun kerja sama dengan universitas, pemerintah, lembaga dan organisasi internasional untuk mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat.
Di Indonesia, kegiatan ASEZ telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Medan dan Jakarta. Para relawan tidak hanya melakukan aksi kebersihan, tetapi juga kegiatan sosial lainnya, seperti mengunjungi panti asuhan dan memberikan dukungan kepada anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, ASEZ ingin menunjukkan bahwa menjaga bumi tidak harus dimulai dari langkah besar. Memungut sampah, mengurangi penggunaan plastik dan mengajak orang lain peduli terhadap lingkungan merupakan tindakan sederhana yang jika dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar.
Solidaritas mahasiswa lintas negara di Medan pun menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan adalah persoalan bersama. Bumi tidak mengenal batas negara, sehingga upaya menjaganya juga membutuhkan kepedulian dan kolaborasi tanpa sekat.
Dari 300 kilogram sampah yang dikumpulkan di jalanan Medan, terselip pesan sederhana: menyelamatkan bumi dapat dimulai dari tempat kita berpijak hari ini.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi