Inovasi Brilian Tim Chiquera UMSU: Ekstrak Daun Lobak Diformulasikan Jadi Terapi Potensial Retinopati Diabetik (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan tinggi Sumatera Utara. Melalui Tim Chiquera, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses mengembangkan formula tetes mata inovatif berbahan dasar alam untuk membantu menghambat perkembangan retinopati diabetik, komplikasi diabetes yang mengancam penglihatan.
Penelitian strategis ini mengangkat judul “Formulasi Eyedrop Quercetin Daun Lobak (Raphanus sativus L.) Terenkapsulasi Fluorocarbon-Modified Chitosan sebagai Inhibitor VEGF Retinopati Diabetik: Studi In-Vivo.”
Proyek riset yang berjalan selama empat bulan ini turut mendapatkan dukungan pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026.
Ketua Tim Chiquera, Zahra Ramadhani, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan kelanjutan dari riset pemanfaatan daun murbei yang mereka lakukan pada tahun sebelumnya. Kali ini, mereka memilih daun lobak sebagai sumber utama bahan aktif.
Menurut Zahra, salah satu tantangan terbesar dalam terapi retinopati diabetik saat ini adalah metode pengobatan standar yang menggunakan injeksi intravitreal (suntikan langsung ke dalam bola mata). Meskipun efektif, prosedur tersebut bersifat invasif dan membutuhkan tindakan medis berulang.
"Melalui bentuk tetes mata, kami mencoba menghadirkan pendekatan penghantaran obat yang lebih mudah digunakan dan tidak memerlukan injeksi langsung ke dalam bola mata," ujar Zahra dalam keterangan pers di Medan, Jumat (21/8/2026).
Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang tergabung dalam Tim Chiquera didampingi dosen pembimbing Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA)., Sp.PA, mengembangkan formula tetes
Kekuatan Antioksidan Daun Lobak dan Teknologi FCS
Pemilihan daun lobak bukan tanpa alasan. Tanaman ini kaya akan senyawa flavonoid berupa quercetinyang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi tinggi. Pada penderita retinopati diabetik, stres oksidatif dan peradangan kerap memperburuk jaringan retina.
Selain itu, quercetin dikaji karena potensinya dalam menekan vascular endothelial growth factor (VEGF)—faktor utama pemicu pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan kebocoran pada retina.
Sebagai pembeda dari riset sebelumnya, tim juga memanfaatkan fluorocarbon-modified chitosan (FCS) sebagai sistem pembawa obat (drug carrier). Teknologi ini memastikan bahan aktif tetes mata dapat dihantarkan secara optimal langsung ke jaringan target di mata.
Komitmen Riset Berkelanjutan
Di bawah bimbingan Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA)., Sp.PA, riset ini dikerjakan oleh tim solid yang beranggotakan Setia Nurhidayah, Husnul Fikri, Dzaki Ahmad Lubis, dan Kaysha Natania Nurdin Putri.
Kendati menunjukkan hasil in-vivo yang sangat menjanjikan, tim menegaskan bahwa formula ini masih berada dalam tahap penelitian lanjutan dan belum bisa langsung diaplikasikan sebagai terapi klinis bagi manusia.
Masyarakat yang ingin memantau perkembangan riset inovatif ini dapat mengikuti akun media sosial resmi mereka di Instagram dan TikTok @chiquera.id serta kanal YouTube @ChiqueraPKMRE2026.
(RZD)