Terobosan Spektakuler Mahasiswa UMSU: Manfaatkan Tanaman Pesisir Beruwas Laut Jadi Tetes Mata Nano-Antioksidan untuk Cegah Katarak (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan - Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di seluruh dunia yang memberikan dampak sosial serta ekonomi yang signifikan.
Menghadapi tantangan ini, kelompok mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Fakultas Kedokteran, Ilmu Kesehatan, dan Keperawatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengembangkan inovasi pengobatan mutakhir.
Dalam keterangan resmi diperoleh, Senin (24/8/2026), tim riset ini diketuai oleh Salsabila Litahayu Maheswari dengan anggota yang terdiri dari Pierre Adam Fanromi, Ahmad Jamil, Siti Gusti Nasywa, dan Ellya Syahputri Lubis, serta didampingi oleh dosen pembimbing Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked.(P.A)., Sp.P.A.
Mereka meneliti pemanfaatan tanaman pesisir tropis Beruwas Laut (Scaevola taccada) yang dikemas dalam teknologi Nanostructured Lipid Carrier (NLC).
Tindakan operasi fakoemulsifikasi konvensional sering kali menyisakan risiko klinis seperti kerusakan endotel kornea akibat Reactive Oxygen Species (ROS) dari kavitasi ultrasonik. Selain itu, pembedahan tidak mengatasi akar permasalahan patogenesis oksidatif katarak.
Oleh karena itu, tim mengembangkan sediaan tetes mata berbasis bahan alam yang kaya polifenol antioksidan untuk menangkal radikal bebas secara non-invasif.
Penggunaan teknologi NLC dipilih karena mampu meningkatkan bioavailabilitas okular hingga enam kali lipat dibandingkan larutan konvensional tanpa menggunakan pelarut organik yang toksik.
Dalam struktur tim peneliti, Pierre Adam Fanromi memegang peran penting dalam pelaksanaan analisis in vitro serta proses pengolahan bahan. Terkait jalannya riset ini, ia menyampaikan komitmen tim dalam mengoptimalkan khasiat tanaman lokal tersebut.
"Kami berfokus penuh pada rangkaian analisis in vitro serta proses ekstraksi tanaman Scaevola taccada agar senyawa aktif antioksidannya dapat terenkapsulasi secara optimal ke dalam sistem Nanostructured Lipid Carrier," ujar Pierre Adam Fanromi saat menjelaskan tahapan riset yang sedang dikerjakannya.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi ini dirancang untuk memberikan alternatif pencegahan preventif non-operatif yang aman dan mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses layanan bedah katarak.
Terobosan Spektakuler Mahasiswa UMSU: Manfaatkan Tanaman Pesisir Beruwas Laut Jadi Tetes Mata Nano-Antioksidan untuk Cegah Katarak
Formula Presisi dan Pengujian Laboratorium
Sediaan tetes mata anti-katarak ini diracik dengan komponen formula yang sangat terukur, yang meliputi:
- Ekstrak Scaevola taccada sebagai zat aktif utama antioksidan.
- NaCl 0,9% untuk menjaga tingkat keisotonisan sediaan.
- Larutan Buffer pH 7 guna menyesuaikan derajat keasaman dengan cairan alami mata.
- EDTA 0,01% sebagai zat stabilizer.
- Benzalkonium chloride 50% sebagai pengawet dan HPMC 0,3% untuk mengatur viskositas.
- Aquadest sebagai pelarut hingga volume 100 mL.
Sebelum diaplikasikan, sediaan ini melewati serangkaian uji mutu fisik yang ketat, meliputi uji organoleptis, uji kejernihan, uji pH, uji viskositas, hingga uji sterilitas.
Keefektifan formula ini juga diuji secara in vivo pada hewan coba tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi sodium selenite melalui pengamatan histopatologi jaringan lensa mata.
(RZD)