Xi Jinping Kerahkan Tim Penyelamat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal - China, 384 Wisatawan Hilang

Xi Jinping Kerahkan Tim Penyelamat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal - China, 384 Wisatawan Hilang
Banjir Bandang di Perbatasan Nepal - China. (Analisadaily/Antara)

Analisadaily.com, Nepal - Bencana banjir bandang dahsyat dan memicu longsor lumpur di dekat perbatasan Nepal - China, menewaskan lebih dari 100 orang dan 384 orang wisatawan dilaporkan hilang.

Presiden China Xi Jinping pun langsung mengerahkan pejabat dan tim penyelamat ke Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet, untuk menangani banjir bandang dan longsor lumpur tersebut.

Xi mengutus Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing untuk memimpin instansi terkait menuju lokasi bencana banjir bandang dan lumpur di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet.

"Berdasarkan instruksi penting Presiden Xi Jinping dan arahan Perdana Menteri Li Qiang, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing memimpin pejabat dari instansi terkait menuju lokasi bencana untuk memberikan arahan terhadap operasi penyelamatan dan penanganan," demikian disebutkan dalam pemberitaan media pemerintah China yang dilansir dari Antara, Kamis (27/8/2026).


Sebelumnya Pihak berwenang setempat sedang berupaya memverifikasi keberadaan dan kondisi keselamatan para wisatawan dan pelancong yang berada atau sedang melakukan perjalanan melalui wilayah terdampak itu.

Bencana itu terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat (09.45 WIB). Sejumlah kantor polisi, kantor bea cukai, dan rumah warga tersapu banjir. Pihak berwenang memperkirakan masih banyak orang yang hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran digelar di kedua sisi perbatasan tersebut.

Mereka yang dilaporkan hilang itu berasal dari Nepal, India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Sementara, kewarganegaraan dari banyak korban lainnya masih belum dapat dikonfirmasi.

Kepolisian Nepal mengatakan delapan jenazah ditemukan di Distrik Nuwakot dan Dhading.

Longsor terjadi di dekat Pelabuhan Gyirong, salah satu pelabuhan darat utama yang menghubungkan kedua negara, di Daerah Otonomi Xizang, China barat daya, yang juga dikenal sebagai Tibet.

Sejumlah orang dilaporkan hilang dalam bencana tersebut. Longsor memutus akses jalan menuju pelabuhan dari sisi China serta jaringan komunikasi dan pasokan listrik, lapor Biro Manajemen Darurat Kabupaten Gyirong di Kota Xigaze

Peringatan darurat dikeluarkan bagi masyarakat di wilayah hilir hingga Chitwan, distrik yang berbatasan dengan India.

Pihak berwenang mengerahkan tim penyelamat, termasuk helikopter. Personel lembaga keamanan negara dan warga setempat turut bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal Shailendra Thapa mengatakan banjir dan kerusakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh jebolnya danau glasial di atas Sungai Bhotekoshi.

Di Katmandu, rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan yang dikelola lembaga keamanan disiapkan untuk menampung korban luka akibat bencana.

Rapat kabinet darurat sedang berlangsung, sementara Menteri Dalam Negeri Sudhan Gurung bersiap memberikan laporan kepada parlemen mengenai korban dan kerusakan di wilayah terdampak.

Kawasan Rasuwagadhi merupakan jalur wisatawan menuju wilayah Langtang, salah satu destinasi pendakian paling populer di Nepal. Jalur tersebut juga menjadi jalan bagi pelancong menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di China.

(ANT/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi