USU Dorong Pengembangan Kopi Arabika Long Berry Lintong melalui Penyaluran 600 Bibit di Desa Habeahan

USU Dorong Pengembangan Kopi Arabika Long Berry Lintong melalui Penyaluran 600 Bibit di Desa Habeahan
USU Dorong Pengembangan Kopi Arabika Long Berry Lintong melalui Penyaluran 600 Bibit di Desa Habeahan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Humbang Hasundutan - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengembangan Kopi Arabika Long Berry Lintong melalui Penyediaan Bibit Unggul bagi Kelompok Tani Mandiri Sejahtera 1 di Desa Habeahan.” Kegiatan yang berlangsung di Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan tersebut diarahkan untuk mendukung peremajaan tanaman sekaligus memperkuat keberlanjutan kopi Arabika Lintong sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Tim pengabdian tersebut terdiri atas Nur Ulina Warnisyah Br. Sebayang, S.P., M.Agr.; Prof. Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.; Vira Irma Sari, S.P., M.Si.; Putri Chandra Ayu, S.TP., M.Si.; dan Karina Nola Sinamo, S.TP., M.Si. Kolaborasi para akademisi dari berbagai bidang keilmuan tersebut memperkuat pelaksanaan program, mulai dari identifikasi kondisi agroekologi dan permasalahan budidaya hingga sosialisasi, pendampingan petani, serta pengembangan kualitas kopi berbasis potensi lokal.

Kecamatan Lintong Nihuta dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi Arabika berkualitas di Sumatera Utara. Kondisi dataran tinggi, suhu udara yang relatif sejuk, karakteristik tanah, serta pengalaman masyarakat dalam membudidayakan kopi telah membentuk karakter khas Kopi Arabika Lintong. Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan masyarakat, tetapi juga telah menjadi bagian dari identitas sosial, ekonomi, dan pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan.

Namun, berdasarkan observasi lapangan dan komunikasi dengan petani, sebagian tanaman kopi yang dibudidayakan masyarakat, termasuk kopi Sigarar Utang atau yang dikenal sebagai kopi Ateng, telah berumur tua dan tidak lagi menghasilkan buah secara optimal. Kondisi tersebut ditandai dengan berkurangnya cabang produktif, pertumbuhan tanaman yang kurang baik, serta hasil panen yang mulai menurun dan tidak seragam. Apabila tidak disertai peremajaan secara bertahap, kondisi ini berpotensi memengaruhi keberlanjutan produksi dan kualitas Kopi Arabika Lintong.

Permasalahan lain yang dihadapi petani adalah serangan hama penggerek buah kopi atau PBKo (Hypothenemus hampei). Hama tersebut menyerang dengan cara menggerek buah dan berkembang di dalam biji kopi. Serangan dapat menyebabkan kerusakan biji, buah gugur sebelum dipanen, peningkatan jumlah biji cacat, serta penurunan mutu dan nilai jual hasil panen. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kopi perlu dilakukan secara terpadu melalui penggunaan bibit bermutu, peremajaan tanaman, pemeliharaan dan sanitasi kebun, serta pengendalian hama yang tepat.

Sebagai bagian dari identifikasi kebutuhan mitra, tim pengabdian mewawancarai 25 orang petani kopi. Wawancara tersebut menggali informasi mengenai pengalaman bertani, luas kebun, jenis kopi yang dibudidayakan, umur tanaman, kondisi produksi, sumber bibit, sistem pemeliharaan kebun, serangan hama, kegiatan peremajaan, serta pengetahuan petani mengenai kopi Arabika Long Berry Lintong. Informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam menyesuaikan materi sosialisasi dan merumuskan bentuk pendampingan yang relevan dengan kondisi petani.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan ceramah mengenai karakteristik serta potensi kopi Arabika Long Berry Lintong. Petani memperoleh penjelasan mengenai pentingnya pengembangan Long Berry Lintong sebagai bagian dari kekayaan sumber daya genetik kopi lokal yang perlu dijaga dan disebarluaskan secara terarah, khususnya di Kecamatan Lintong Nihuta. Pengembangan kopi tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan tanam yang tersedia sekaligus mendukung penguatan identitas Kopi Arabika Lintong.

Tim pengabdian juga menyampaikan materi mengenai peremajaan kebun dan teknik budidaya, meliputi pemilihan bibit, persiapan lahan dan lubang tanam, penggunaan bahan organik, pengaturan jarak tanam, penanaman, pemupukan, pemangkasan, penggunaan pohon penaung, pengendalian gulma, serta pemeliharaan tanaman muda. Peremajaan dianjurkan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan tanaman yang telah tua, rusak, terserang berat, atau tidak lagi produktif agar petani tetap memiliki sumber pendapatan selama tanaman baru belum menghasilkan.

USU Dorong Pengembangan Kopi Arabika Long Berry Lintong melalui Penyaluran 600 Bibit di Desa Habeahan
Materi pengendalian hama penggerek buah kopi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Petani diberikan pemahaman mengenai gejala dan dampak serangan PBKo serta langkah pengendalian terpadu melalui pemantauan rutin, sanitasi kebun, pemetikan buah matang secara teratur, pemungutan buah yang tertinggal pada tanaman maupun permukaan tanah, dan pemangkasan untuk menciptakan kondisi kebun yang lebih baik. Pendekatan tersebut diperlukan karena pengendalian PBKo tidak cukup dilakukan ketika serangan telah berat, tetapi harus dimulai melalui tindakan pencegahan dan pengelolaan kebun secara konsisten.

Sebagai bentuk penerapan langsung, tim pengabdian menyerahkan sebanyak 600 bibit kopi Arabika Long Berry Lintong kepada Kelompok Tani Mandiri Sejahtera 1. Bibit tersebut selanjutnya didistribusikan kepada anggota kelompok yang telah didata dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan komitmen petani untuk melakukan penanaman serta pemeliharaan. Penyaluran bibit menjadi langkah nyata dalam menjawab keterbatasan akses petani terhadap bahan tanam untuk meremajakan tanaman kopi yang telah berumur tua dan tidak lagi produktif.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh pengurus Kelompok Tani Mandiri Sejahtera 1, yaitu Saut Poltak Hasoloan Sinambela selaku ketua dan Abdul Harris Lumban Gaol selaku bendahara. Keduanya berperan aktif dalam mengoordinasikan anggota, mendata calon penerima, mendukung pelaksanaan sosialisasi, serta membantu proses distribusi bibit kepada petani. Keterlibatan pengurus kelompok tani mendukung ketepatan sasaran program karena mereka memahami kondisi lahan dan kebutuhan setiap anggota.

Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Desa Habeahan, Rusman Sihombing atas dukungan, fasilitasi, dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Dukungan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan dapat berjalan dengan tertib serta memberikan manfaat nyata bagi petani.

Kelompok Tani Mandiri Sejahtera 1 terlibat aktif dalam mendata penerima, mendukung distribusi bibit, serta memantau proses penanaman dan pertumbuhan awal tanaman. Keterlibatan tersebut penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan program. Kelompok tani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan dan mendorong pengembangan kopi Arabika Long Berry Lintong kepada petani lainnya.

Melalui integrasi sosialisasi, wawancara, pendampingan teknis, dan penyediaan bibit, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kebun kopi secara lebih produktif dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, pengembangan kopi Arabika Long Berry Lintong diharapkan dapat mendukung peremajaan perkebunan rakyat, menjaga keberagaman kopi lokal, meningkatkan mutu dan produktivitas hasil, serta memperkuat kesejahteraan petani di Desa Habeahan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui pengembangan pertanian berkelanjutan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Program ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab permasalahan masyarakat sekaligus memperkuat komoditas unggulan berbasis potensi lokal.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi