15 Tahun Menanti Kepastian, Pengungsi Rohingya Titip Harapan di DPRD Sumut (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan — Terik matahari tak menyurutkan langkah ratusan pengungsi Rohingya untuk menyampaikan harapan mereka di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (7/9/2026).
Membawa poster dan spanduk dengan beragam pesan kemanusiaan, mereka datang dari berbagai usia. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa berdiri bersama, menyuarakan satu harapan: kepastian tentang masa depan.
Di antara kerumunan massa, sebuah spanduk bertuliskan “15 Years in Indonesia, How Much Longer Do We Wait?” menjadi salah satu pesan utama dalam aksi tersebut.
Kalimat itu bukan sekadar tuntutan. Bagi para pengungsi Rohingya, 15 tahun merupakan perjalanan panjang yang diisi dengan penantian, ketidakpastian dan harapan untuk bisa memiliki kehidupan yang lebih aman.
Koordinator aksi, Jashmid, mengatakan para pengungsi tidak ingin terus hidup dalam ketidakjelasan. Mereka berharap Pemerintah Indonesia dapat terus mendorong negara-negara penerima pengungsi agar membuka lebih banyak peluang pemukiman kembali (resettlement) bagi pengungsi yang berada di Indonesia.
“15 years in Indonesia, how much longer do we wait?” seru Jashmid di hadapan massa. Seruan tersebut kemudian diikuti para peserta aksi.
Menurutnya, para pengungsi tidak sekadar membutuhkan tempat untuk bertahan hidup. Mereka ingin memiliki masa depan yang lebih jelas, terutama bagi anak-anak yang tumbuh dan menjalani masa kecil dalam kondisi penuh ketidakpastian.
“Kami ingin keadilan, kami butuh masa depan yang aman untuk anak-anak kami,” tegasnya.
Harapan itu juga tergambar dari poster yang dibawa para peserta aksi. Salah satunya bertuliskan “Please Give Us Clarity, Please Give Us Hope.”
Kalimat tersebut terus digaungkan berulang kali. Bahkan anak-anak dan remaja yang ikut dalam aksi turut menyuarakan permintaan agar mereka diberikan kejelasan dan harapan.
Bagi mereka, harapan bukan hanya tentang meninggalkan Indonesia. Lebih dari itu, mereka ingin kesempatan untuk membangun kehidupan yang aman, mendapatkan masa depan yang layak, serta melihat anak-anak mereka tumbuh tanpa dihantui ketidakpastian.
Aksi berlangsung damai. Massa berharap suara mereka dapat didengar oleh para pemangku kebijakan dan menjadi bagian dari upaya mencari solusi kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya.
Namun hingga aksi berlangsung, belum terlihat pihak dari anggota DPRD Sumut maupun Sekretariat DPRD Sumut yang menemui atau menerima perwakilan massa.
(NAI/NAI)











