Pemkab Samosir Dorong Toba Caldera Culture Festival Jadi Agenda Tahunan (Analisadaily/Tetty Naibaho)
Analisadaily.com, Samosir - Pemerintah Kabupaten Samosir mendorong agar Toba Caldera Culture Festival dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Samosir. Kegiatan seni dan budaya bertaraf internasional ini dinilai berpotensi memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di kawasan Danau Toba.
Mewakili Bupati Samosir, Marudut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang mempertemukan peserta paduan suara dan vokal solo dari berbagai daerah dengan dewan juri internasional.
Menurutnya, kepercayaan menjadikan Samosir sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat.
“Kami sangat bangga karena kepercayaan sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan kompetisi paduan suara dan vokal solo,” ujarnya.
Marudut berharap penyelenggaraan festival tersebut dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang dengan tema yang berbeda dan menjadi kegiatan rutin di Kabupaten Samosir.
“Harapan kami, tahun depan kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan tema yang berbeda dan menjadi event tetap di Kabupaten Samosir,” katanya.
Ia menilai, penyelenggaraan event berkualitas seperti Toba Caldera Culture Festival dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan serta memperpanjang length of stay atau lama tinggal wisatawan di Samosir.
Selain mendukung sektor pariwisata, Marudut menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Samosir, yakni Samosir Unggul, Inklusif, dan Berkelanjutan.
Festival ini juga dinilai mendukung misi memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata, didukung infrastruktur berkualitas.
Budaya sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung yang mewakili Gubernur Sumatera Utara turut menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival tersebut.
Menurut Dewi, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas destinasi wisata.
“Ketika budaya dirawat dengan baik, masyarakat memperoleh ruang untuk berkarya, pelaku usaha lokal mendapat peluang berkembang, dan generasi muda memiliki kebanggaan terhadap jati dirinya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan Danau Toba membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas seni, akademisi, pelaku usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemprov Sumut, kata Dewi, akan terus mendukung upaya yang memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.
“Mari kita jadikan festival ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya sendiri, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba,” katanya.
Diikuti Puluhan Peserta Internasional Art Director Samosir International Choir Competition (SICC) Ondy Yohan Tambunan menjelaskan, kompetisi dalam rangkaian festival tersebut diikuti 33 peserta dengan 58 penampilan serta 70 peserta vokal solo dalam sejumlah kategori.
Kehadiran peserta dan dewan juri dari berbagai negara menjadi peluang untuk memperluas jejaring seni dan budaya sekaligus memperkenalkan Samosir sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Toba Caldera Culture Festival diharapkan dapat berkembang menjadi event berkelanjutan yang memberi ruang bagi kreativitas generasi muda, promosi budaya Batak, serta pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat lokal. (TN)(WITA)











