UIN Syahada, Dewan Kesenian dan KUA Gagas Dakwah Berbasis Budaya

UIN Syahada, Dewan Kesenian dan KUA Gagas Dakwah Berbasis Budaya
UIN Syahada, Dewan Kesenian dan KUA Gagas Dakwah Berbasis Budaya (HIH)

Analisadaily.com,Padangsidimpuan - Universitas Islam Negeri (UIN) Sekh Ali Hasan Ahmad Addari (Syahada), Dewan Kesenian dan KUA Padangsidimpuan Selatan menggagas dakwah berbasis budaya melalui kolaborasi seni.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Rektor UIN Syahada Prof. H. Sumper Mulia Harahap, bersama Ketua Dewan Kesenian Kota P.Sidimpuan, Enda Mora, dan Kepala KUA P.Sidimpuan Selatan, Dr. H.M. Asroi Saputra, M.A, di ruang kerja Rektor, Selasa, (3/11).

Dalam pertemuan itu, Asroi Saputra mengatakan, seni dan budaya dapat menjadi pendekatan dakwah yang kreatif, humanis, dan mudah diterima berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, pesan-pesan keislaman tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga dapat dikemas melalui pertunjukan seni, sastra, musik, tradisi lokal, dan berbagai ekspresi kebudayaan lainnya dengan tetap menjunjung tinggi etika serta norma agama.

"KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi keagamaan, pembinaan keluarga sakinah, dan bimbingan masyarakat Islam, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan dakwah kultural yang dekat dengan kehidupan masyarakat,"katanya.

Asroi menilai, dalam kolaborasi tersebut, Dewan Kesenian bisa berperan mengembangkan kreativitas seniman sekaligus menjaga keberlangsungan identitas budaya daerah.

Disisi lain, KUA memberikan penguatan perspektif keagamaan agar kegiatan kesenian turut membawa pesan moral, edukasi, dan spiritualitas.

Sementara itu, Rektor UIN Syahada, Prof. H. Sumper Mulia Harahap mengungkapkan, pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pemikiran, penguatan intelektualitas, dan pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Dikatakan, perguruan tinggi diharapkan memberikan kontribusi akademis dalam merumuskan konsep serta mengembangkan program kebudayaan yang edukatif dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.

"Melalui sinergi dunia akademik, kesenian, dan pelayanan keagamaan, seni diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media dakwah, pendidikan karakter, dan penguatan identitas budaya masyarakat P.Sidimpuan,"ujarnya.

Diharapkannya, nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berbudaya, dan berkemajuan.

(IAN/BR)

Baca Juga

Rekomendasi