Banda Aceh, (Analisa). Ketua Ikatan Bidan Aceh, Suryati SKM mengingatkan para remaja di bumi ‘Serambi Mekah’ ini agar tidak terjebak pergaulan bebas. Sebab, melihat Kondisi sekarang pergaulan bebas di kalangan remaja di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan karena mengarah pada perilaku seks bebas.
Sebagai contoh kasus kecil, dapat dilihat saat berboncengan berdua di atas sepeda motor, seakan tidak ada batas lagi. Melihat dampak pergaulan bebas ini, maka remaja Aceh sekarang perlu diberikan pemahaman tentang bahaya seksual dan penguatan ajaran agama dalam keluarga. “Katakan tidak pada pergaulan bebas, harus dikampanyekan,” tegas Suryati, Senin (9/11).
Dikatakan, bagi gadis remaja khususnya, harus diberikan pemahaman tentang bahaya kespro (kesehatan produksi), di mana kondisi kesehatan seseorang sangat penting terkait sistem, fungsi, dan proses reproduksi bagi remaja.
“Kalau kepro tidak sehat, maka jiwa kita juga akan sakit,” ujarnya sambil menambahkan, hal ini juga sudah ia ditekankan saat menjadi pemateri pada sarasehan yang dilaksanakan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Aceh.
Pakar bidan ini, juga menyinggung tentang perilaku seksual remaja dan kesehatan produksi. Menurutnya, tindakan yang dilakukan berhubungan dengan dorongan seksual yang datang baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja kurang percaya diri, di antaranya faktor biologis dan kemiskinan, sehingga membuat seseorang tergelincir ke arah kurang baik. Tentunya, ini akan berdampak buruk bagi mereka.
Sementara Ketua Perwosi Aceh, Nurhayati Mahmud didampingi Sekretaris Miskalena menyebutkan, acara tersebut mengusung tema; “Anak-anak tidak terjebak pengaruh porno, kehidupan bebas dan dirangkum dengan kehidupan syariat Islam di Aceh”.
Adapun organisasi penggerak olahraga kesehatan keluarga dan lanjut usia yang dibentuk bertujuan melahirkan tubuh sehat dan kuat menjadi bibit unggul dalam kualitas SDM. Karenanya, Porwasi merangkul anak-anak remaja, di antaranya siswa Paskibraka 2104, SMU, dan mahasiswa sebanyak 40 orang.
Sebelumnya, Kadispora Aceh diwakili Kabid Olahraga Musri Idris mengatakan, sarasehan ini dalam rangka mewujudkan remaja yang Islami dan tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif. (irn)











