Kabanjahe, (Analisa). Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabanjahe, berhasil mengumpulkan pajak terhitung akhir 29 0ktober 2015 sebesar Rp 127,42 miliar atau sekitar 42,36 persen dari target Rp300,87 miliar.
Kepala KPP Pratama Kabanjahe, Iskandar Zulkarnain ketika ditemui Analisa di ruang kerjanya, Selasa (3/11) mengungkapkan, keberhasilan mereka menghimpun pajak seperti angka di atas pencapaian nasional 57.99 persen dari target Rp 1.294 triliun, dan melayani 50.000 wajib pajak yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat, dengan luas wilayah 5.273,35 kilometer.
Pendapatan pajak 2015 ini bersumber dari sektor terbesar di Kabupaten Karo, dari hasil pertanian dan perdagangan sebesar 56,93persen . Di susul dari sektor industri perhotelan dan restoran sebesar 15,16 persen, hal ini berdasarkan APBD Kabupaten Karo 2015, dengan total pendapatan daerah sebesar Rp. 935.516.760.579, dengan pendapatan terbesar di peroleh dari dana perimbangan Rp 760.839.184.755, sedang pendapatan asli daerah Kabupaten Karo sejumlah Rp 53.557.218.682.
Berdasarkan hasil survey ekonomi nasional 2014, terdapat 206.048 orang angkatan kerja (usia produktif) yang ada di Kabupaten Karo. Perkiraan rata-rata pendapatan masyarakat sebesar Rp 48.000.000 per tahun, dan bila dikalkulasikan potensi pajak PPh Pasal 21 sekitar Rp 160.717.440.000 pada 2015.
Untuk Kabupaten Karo saja hingga saat ini, PPh 21 yang dibayarkan hingga September 2015 masih sejumlah Rp 46.108.607.453 atau baru 28,7 persen dari total potensi yang ada. Potensi ini belum termasuk pasal 22,23 dan pajak dari sektor industri.
“Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat tentang pembayaran pajak, kami memiliki komitmen dengan seluruh jajaran kepala seksi yang ada di KPP Kabanjahe, dengan komitmen penarapat program kerja pengendalian gratifikasi yang ditandai dengan penandatangani pernyataan komitmen itu pada acara Tax Fair Competition,” katanya.
Iskandar Zulkarnain menambahkan, untuk meningkatkan pendapatan pajak, diperlukan suatu pemahaman tentang manfaat membayar pajak, lewat tax fair. “ Kami mengadakan lomba mewarnai tingkat TK, lomba tari kreasi daerah tingkat SD, lomba vokal grup tingkat SMP, serta lomba kompetisi marching band antara sekolah.
“Melalui even ini, kami mengajak masyarakat wajib pajak untuk bekerjasama dan jujur salam menjalankan kewajiban perpajakannya, sehingga dalam waktu dua bulan yang tersisa ini, target penerima Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabanjahe dapat tercapai,” tegas Iskandar. (dik)











