Medan, (Analisa). PB Djarum Foundation menerapkan sistem “jemput bola” dalam upaya menjaring talenta - talenta bulutangkis di tanah air.
Berkenaan hal tersebut, format Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 yang kini memasuki tahun kesepuluh, diubah, dengan menyebar pelaksanaan ke sembilan kota di tanah air.
“Di sembilan audisi sebelumnya (sejak Tahun 2006), pelaksanaan terpusat di Kudus. Namun sesuai masukan dan hasil evaluasi, mulai tahun ini formatnya diubah dengan menggelar audisi di sembilan kota di tanah air. Pola seleksi juga berubah menjadi sistem kompetisi,” jelas Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosmin kepada wartawan dalam temu pers di Garuda Plaza Hotel Medan, Selasa (24/3).
Didampingi Legenda Bulutangkis Indonesia, Lius Pongoh, Yoppi lebih lanjut menjelaskan, kota-kota yang akan menjadi tempat audisi adalah, untuk kawasan Sumatera berlangsung di dua tempat, yaitu di GOR Cemara Asri, Medan (Sumut) dan GOR Dempo, Jakabaring, Palembang (Sumsel), 8-11 April.
Untuk kawasan Jawa dan Kalimantan, juga akan digelar serentak di dua kota, 6-9 Mei di GOR PKPSO, Kaliwates, Jember (Jatim) dan GOR Hevindo, Balikpapan (Kaltim).
Berikutnya kawasan Sulawesi, 27-30 Mei, di GOR Arie Lasut, Manado (Sulut) dan GOR Sudiang, Makassar (Sulsel).
Kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah akan menjadi audisi terakhir secara serentak, 10-13 Juni, di GOR Lidya Djaelawijaya, Tasikmalaya, dan GOR Satria, Purwokerto.
“Jika diadakan di Kota Kudus, peserta yang datang dari Sumatera bagian utara paling hanya berkisar 10 orang. Namun dengan diselenggarakan langsung di Medan, peserta yang mendaftar 300 hingga 400 orang. Lonjakan peserta yang sangat luar biasa. Dan optimis angka tersebut dapat dicapai ,” jelasnya.
Sementara Lius Pongoh menjelaskan, audisi nantinya dibagi dua kelompok masing-masing under - 13 Tahun dan U-15.
para peserta akan menjalani proses dua tahapan. Yakni screnning dari tim pencari bakat. Proses ini, para peserta akan di bekali teknik bermain bulutangkis yang benar. Proses selanjutnya, para peserta menjalani pertandingan tunggal.
Selain Lius Pongoh, legenda bulutangkis Indonesia yang dilibatkan sebagai pencari bakat adalah Christian Hadinata, Liem Swie King, Ivana Lie, Hariyanto Arbi, Hastomo Arbi, Alan Budikusuma, Susi Susanti dan lainnya.
"Audisi ini akan menggunakan sistem turnamen. Pemain terbaik akan langsung bersaing lagi di Kudus. Selain itu akan ada pemain yang mendapatkan super tiket dari para legenda yang juga ikut melakukan penilaian," jelasnya. (mp)











