SEBUAH pilar misterius berusia 10 ribu tahun yang ditemukan di lepas pantai Sisilia, telah diklaim sebagai peninggalan Alien.
Walaupun tidak pernah ada pernyataan resmi dari ilmuwan, namun seorang peneliti UFO (unidentified flying object), Scott Waring, mengklaim bahwa pilar tersebut tidak mungkin dibuat oleh manusia.
"Benda ini dibuat sebelum manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan alat yang begitu rumit. Ukiran pada blok batu seberat 15 ton itu akan sangat sulit jika dilakukan tanpa mesin listrik atau gas.
Mungkin ini berasal dari kota yang hilang, Atlantis, yang merupakan kota asing," ujar Waring.
Pilar yang disebut Monolit itu ditemukan oleh para peneliti dari Tel Aviv University. Saat ditemukan, terdapat tiga lubang berdiameter sama sepanjang pilar tersebut. Para peneliti percaya itu buatan tangan sekitar 10 ribu tahun yang lalu.
"Tidak ada proses alami yang dikenal wajar yang dapat menghasilkan elemen-elemen ini," tulis Zvi Ben-Avraham dari Tel Aviv University.
Monolit ditemukan di 131 kaki dibawah laut Pantelleria Vecchia Bank, Sisilia, Italia. Daerah tersebut diyakini telah dijajah oleh peradaban kuno yang terendam 9.500 tahun yang lalu.
Para peneliti menulis, penemuan ini mengungkapkan inovasi teknologi dan pengembangan yang dicapai oleh penduduk Mesolithic di wilayah Sisilia.
"Upaya tersebut tidak diragukan lagi mengungkapkan keterampilan teknis penting dan rekayasa besar. Itu bisa saja semacam mercusuar atau tiang penyangga."
Legenda Atlantis
Atlantis merupakan salah satu misteri dunia yang paling banyak mencuri perhatian di kalangan pecinta misteri dunia.
Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang filsafat Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus.
Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis.
Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis.
Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali dia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.
Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 maha bijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.
Garis besar kisah pada buku tersebut ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan.
Dia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak.
Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang.
Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang.
Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah dia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang. (bbs/rtr/es)








